Sikap Kesatria Dirjen PAS Merespons Polemik Sel Mewah Cibinong
By Admin

Mashudi
nusakini.com, Gemerlap dugaan fasilitas istimewa di balik jeruji besi Lapas Kelas IIA Cibinong akhirnya membawa dampak signifikan bagi pucuk pimpinan pemasyarakatan pekan ini. Mashudi, sosok yang memegang kendali atas institusi tersebut, memilih meletakkan jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab moral sebagai seorang pemimpin.
Keputusan besar ini terpaksa diambil saat institusinya tengah berada di dalam pusaran kritik dari berbagai elemen masyarakat. Surat pengunduran diri yang sarat makna tersebut telah bermuara di meja Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, belakangan ini.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Publik, Akbar Hadi, melihat langkah ini bukan sekadar penyerahan kursi kekuasaan biasa. Menurutnya, tindakan mundur tersebut merupakan wujud nyata dari integritas struktural ketika lembaga sedang mendapat sorotan tajam.
"Hari ini Bapak Menteri Imipas telah menerima surat pengunduran diri Bapak Mashudi sebagai Direktur Jenderal Pemasyarakatan," kata Akbar menyampaikan kepastian tersebut. Pengumuman terbuka ini perlahan meredakan berbagai spekulasi yang sempat beredar liar di ruang percakapan publik.
Meskipun nakhoda utama telah turun dari kapalnya, ritme kerja di seluruh lapas maupun rutan di tanah air dipastikan tidak akan goyah. Roda pembinaan warga binaan serta pelayanan kunjungan keluarga terus berputar tanpa ada hambatan yang berarti.
"Pelayanan kepada masyarakat dan pelaksanaan tugas fungsi pemasyarakatan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Seluruh jajaran tetap melaksanakan tugas sesuai kewenangan dan mekanisme yang telah ditetapkan," tutur Akbar dengan nada menegaskan.
Dalam masa transisi kepemimpinan yang masih berjalan ini, kementerian menempatkan stabilitas keamanan sel sebagai prioritas tertinggi. Langkah tegas ini diharapkan mampu merekatkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum yang sempat terkoyak. (*)