Pemilu Ternyata Menggembirakan

By Abdi Satria


nusakini.com-Surakarta – Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00, namun TPS 27 di Kampung Joho, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Rabu (17/4) masih terlihat ramai. 

Beberapa petugas KPPS nampak mengenakan pakaian kolonial. Sementara yang hadir kebanyakan berbaju adat. Ada pula yang mengenakan pakaian petani, baju mancing, dan sebagainya. Dengan tertib mereka mengantre, kemudian mengambil surat suara dan menuju bilik suara untuk pencoblosan. Seusai memasukkan surat suara dan mencelupkan jarinya ke tinta, mereka pun menuju sudut TPS untuk mengambil undian. 

Ya, hari itu panitia telah menyiapkan 50 door prize untuk 246 pemilih yang masuk DPT. Pengurus Joho Kampung Hepi yang juga konseptor TPS “Kolonial Mataraman”, Yunus Ariseno menyampaikan, hadiah dan makanan yang mereka sediakan memang untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Mereka juga tak berhenti mengajak generasi muda agar tidak golput dan tidak antipati terhadap perpolitikan. 

“Kami menekankan politik itu tidak mengerikan. Pemilu ternyata menggembirakan. Dan animo masyarakat kali ini luar biasa, melebihi Pilgub,” ungkapnya. 

Pemilu yang menggembirakan juga terlihat di Rumah Tahanan Kelas IA Kota Surakarta. Ratusan warga binaan terlihat antusias menggunakan hak pilihnya di TPS 10 dan 11. 

Harjanto, warga binaan asal Sukoharjo ini misalnya. Usai mencoblos, pemuda itu bersama sejumlah rekannya menunjukkan kelingking yang sudah bertinta ungu. 

“Kita tidak golput lho. Harapannya agar Indonesia semakin baik, hukuman saya jadi ringan,” ujarnya sambil tersenyum. 

Kepala Rutan M. Ulin Nuha menyampaikan TPS Tambahan di Rutan Kelas IA Kota Surakarta dibagi menjadi dua, yakni TPS 10 untuk petugas dan napi asal Surakarta (21 pemilih dari DPT, dan 195 pemilih DPTB), serta TPS 11 untuk napi asal Sukoharjo dan Kartasura (194 pemilih DPTB). 

Diakui, semula hanya 195 orang yang masuk DPT. Pihaknya memiliki inisiatif untuk mengundang Dinas Pencatatan Sipil dari Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo dan Kartasura untuk melakukan pendataan ulang dan perekaman e-KTP, hingga akhirnya pemilih menjadi hampir 400 orang. 

Agar pemungutan suara berjalan lancar, mobilisasi pemilih dilakukan bergiliran per blok. Sehingga tidak menumpuk di TPS. 

“Pemungutan suara berjalan lancar dan aman. Hampir semua pemilih yang terdaftar menggunakan hak pilihnya,” ujar Ulin. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Riena Retnaningrum mengapresiasi inovasi dan kreativitas yang dilakukan KPPS untuk meningkatkan partisipasinpemilih. Bagaimana pun, suara rakyat menentukan masa depan negara ini. Terlebih, pemilihan kali ini berbarengan dengan Pilpres. 

“Dari pantauan yang kamk lakukan di sejumlah TPS di Kota Surakarta, alhamdulillah pemilihan berlangsung lancar dan aman. Kreativitas masyarakat dan KPPS luar biasa, seperti ini, pemilih mendapat es dawet,” tandasnya.(p/ab)