Profile

Michael Ludwig Hariyanto Arbi

Tempat Lahir : Kudus, Jawa Tengah

Tanggal Lahir : 21/01/1972


Description

Hariyanto Arbi yang lahir dengan nama Michael Ludwig Hariyanto Arbi adalah pemain bulu tangkis tunggal putra Indonesia jebolan dari klub PB Djarum Kudus. Pria yang akrab disapa Hari ini aktif bermain bulu tangkis di era 1990-an dan memiliki julukan Smash 100 Watt karena memiliki pukulan smash yang keras ketika bermain. Hari bergabung bersama pelatnas pada 1991 di mana karier puncak Hari adalah ketika ia menjadi juara dunia di tahun 1995 dan membuatnya terpilih sebagai pemain bulu tangkis tunggal putra terbaik sedunia versi Badminton World Federation. Sebelumnya, ia juga telah menjuarai All England 1993 dan 1994, Jepang Terbuka 1993 dan 1995, Hongkong Terbuka 1994 dan 1995. Pribadinya yang kalem di luar lapangan namun ganas ketika memegang raket membuat ia dipercaya untuk memperkuat tim Indonesia di piala Thomas tahun 1994, 1996, 1998, dan 2000. Setelah laga terakhirnya di Piala Thomas 2000, Hari memutuskan untuk mundur dari pelatnas dan gantung raket. Nasib mantan atlet yang kurang diperhatikan pemerintah saat itu membuat Hari berpikir tentang hal yang akan dilakukannya ketika beberapa teman mantan atletnya meneruskan kegiatan bulu tangkis dengan menjadi pelatih. Hari dan beberapa temannya kemudian memutuskan untuk berbisnis. Dengan modal minim dan pengetahuan yang tidak terlalu baik di dunia bisnis, Hari mencoba untuk memproduksi dan menjual sepatu khusus bulu tangkis dan mengusung merk Flypower. Alasan Hari untuk memproduksi sepatu pada waktu itu adalah karena tidak adanya sepatu khusus untuk bulu tangkis. Awalnya, Hari hanya membuat sepatu berdasar pesanan. Kebetulan, ketika itu, rekannya sesama mantan atlet yang juga menjadi mitra bisnisnya, Fung Permadi, mendapat pesanan 2.000 pasang sepatu dari Taiwan. Setelah mendapat feedback positif, Hari dan rekan-rekannya kemudian memberanikan diri untuk memproduksi untuk dijual kepada masyarakat, bukan sekadar by order. Sebelum sepatu itu dilempar ke pasar, Hari mencobanya sendiri dan meminta atlet-atlet bulu tangkis untuk memakainya. Itulah proses research and development yang dilakukan sebelum memasarkan produknya. Hingga kini, kendati ada tim ahli yang mendesain produknya, Hari tetap aktif mengarahkan. Meski varian produknya sudah berkembang, mulai dari raket, karpet bulu tangkis, kaus, hingga tas raket, sebisa mungkin Hari tetap terlibat dalam pengembangannya. Sepatu dikerjakan di Bandung, sedangkan raket mengambil teknologi Taiwan, tapi digarap di Cina. Alasannya adalah ongkos produksi di negeri dengan penduduk terpadat di dunia itu relatif lebih murah. Untuk melancarkan pemasarannya, sekaligus mendukung olahraga Indonesia, sejak awal tahun 2009 lalu Flypower menjadi sponsor pasangan bulu tangkis ganda putra asal Indonesia Markis Kido/Hendra Setiawan. Kini, berkat kerja keras, ketekunan, dan semangat Hari untuk terus melakukan inovasi, usahanya berkembang pesat. Produknya kini tak hanya beredar di Indonesia, tapi juga di Malaysia, Filipina, dan Singapura. Bahkan, produknya dijual pula di Jerman, Prancis, dan Guatemala. Pada 30 Mei 2006, Hari juga sempat mengeluarkan buku biografinya yang berjudul "Hariyanto Arbi Smash 100 Watt" di Primavera Hotel Hyatt Surabaya. Buku yang berisi 250 halaman tersebut berisi tentang kisah perjalanan Hari dari pertama kali ia meniti karier di bulu tangkis sampai dengan berbagai prestasi yang pernah diraih, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional dengan juara dunianya yang ditulis oleh Broto Happy, penyusun Wahyu Agung, Juang Jayadi. Dibahas pula bagaimana kegalauan Hari saat divonis mentok dan tidak bisa berprestasi lagi ketika di awal masuk pelatnas, juga dikupas teknik jumping smash Hari yang mirip senjata rahasia sang idola Liem Swie King, bahkan tidak sedikit yang menyebut Hari adalah reinkarnasi Liem Swie King.