Profile

Indira Chunda Thita Syahrul

Tempat Lahir : Jakarta

Tanggal Lahir : 17/04/1978


Description

Indira Chunda Thita Syahrul atau yang biasa dipanggil Thita adalah seorang anggota Komisi IV DPR RI yang bertugas di bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, dan pangan. Perempuan kelahiran Jakarta ini adalah anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional. Ia sempat menempuh pendidikan dan memperoleh gelar master dari program Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Indira Chunda Thita Syahrul adalah putri dari Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Selatan. Pada bulan Januari tahun 2012 lalu di Sulawesi Selatan sempat beredar negative campaign berisi ajakan untuk menolak politik dinasti yang kabarnya dilakukan oleh keluarga Syahrul Yasin Limpo, yang salah satunya adalah putri Syahrul, yaitu Indira Chunda Thita Syahrul yang sedang menjabat sebagai anggota DPR RI. Menanggapi black campaign ini pihak Syahrul Yasin Limpo berpendapat bahwa keluarganya memang telah lama mengabdi untuk rakyat dan mereka adalah pilihan rakyat sendiri. Mengenai mahar atau uang jadi kepada kandidat dalam ajang pemilukada, Thita selaku legislator PAN (Partai Amanat Nasional) di DPR sempat mengemukakan pendapatnya. Ia berpendapat bahwa hal itu diharamkan di PAN. Menurutnya, Hatta Rajasa selaku Ketua Umum PAN juga telah mengingatkan larangan memasang mahar bagi kandidat Pemilukada demi mendapatkan PAN sebagai kendaraan politik. Menurut Thita partainya akan mengusung kandidat berdasarkan berbagai pertimbangan, khususnya komitmen kandidat untuk berjuang demi kepentingan rakyat. Thita selalu berusaha melakukan komunikasi intensif dengan konstituen di daerah pemilihannya, yaitu Sulawesi Selatan 1, terutama selama masa reses masa persidangan DPR RI. Hal ini ditunjukkan dengan acara pengobatan gratis yang dilaksanakannya pada bulan April tahun 2011 lalu di Kota Makassar dan Kabupaten Makalar. Sebanyak kurang lebih 800 masyarakat daerah setempat mengikuti pengobatan gratis ini. Sebelumnya ia juga mengadakan pertemuan dengan puluhan kelompok tani di Pusat Pertanian Pedesaan Swadaya Desa Julukanaya, Kabupaten Takalar.