Profile

Edwin Gerungan

Tempat Lahir : Jakarta

Tanggal Lahir : 17/06/1948


Description

Nama Edwin Gerungan sudah tidak asing lagi di dunia perbankan. Pria yang telah lebih dari 25 tahun berkarir di dunia perbankan itu sering sekali memegang jabatan strategis dalam suatu perusahaan semisal ketika dirinya ditunjuk untuk menjadi vice president Citibank serta Executive Vice President Treasury and International Coordination Bank Mandiri. Edwin lahir di Jakarta pada tanggal 17 Juni 1948. Setelah menamatkan SMA, dia kemudian melanjutkan studinya dengan masuk jurusan Teknik Mesin Universitas Trisakti. Baru satu semester di sana, dia mendapat beasiswa dari Principia College Illinois, Amerika Serikat (AS). Akhirnya, Edwin memutuskan untuk meninggalkan kuliahnya di Trisakti dan memilih untuk melanjutkan studinya di Principia College Illinois sampai memperoleh gelar Bachelor of Art (BA) Religion and Philosophy. Sekembalinya ke tanah air, Edwin lantas mengawali karirnya dengan bekerja sebagai bankir di Citibank, Jakarta. Saat itu, jabatan pertama yang didapatkanya adalah sebagai treasury. Karirnya pun pelan-pelan naik hingga akhirnya dia dipercaya menjadi Vice President di bank tersebut. Setelahnya, dia bekerja sebagai Executive Consultant di Atlantic Richfield Company (Arco) Asia Inc, Singapura. Tak lama kemudian, ayah dua anak ini ditempatkan di Arco Dallas, Texas, AS. Edwin yang kembali memilih untuk tetap berada di tanah air, pada bulan Mei 1999 mendapat tawaran untuk bergabung dengan Bank Mandiri sebagai Executive Vice President Treasury and International Coordination. Baru satu tahun bertugas, Edwin diberi tanggung jawab yang lebih besar dengan ditunjuk menjadi Ketua BPPN. Pengangkatannya sendiri sebagai Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) cukup mengejutkan banyak pihak. Sebab sebelumnya, nama Edwin Gerungan jarang terdengar. Ia sangat jarang dipublikasikan. Bahkan saat proses pengangkatannya ia tak pernah dibicarakan sebagai salah satu kandidat Ketua BPPN. Ia pun diangkat tanpa melalui fit and proper test. Namun, di kalangan perbankan dan pasar modal, track record Edwin dinilai sangat baik. Seorang analis pasar modal, Lin Che Wei, berpendapat penunjukan Edwin adalah kabar baik setelah selama ini hanya mendengar kabar buruk tentang BPPN. Pasar pun, katanya, mendukung Edwin. Sebab, ia tidak terlibat politik dan profesional murni. Begitu pula, mantan Menko Ekuin Kwik Kian Gie menilai, penunjukan Edwin sebagai langkah tepat karena reputasinya selama ini memang bagus. Tidak sampai dua tahun Edwin bertugas sebagai Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), dia pun digantikan oleh Putu Ary Suta. Setelah tidak menjabat sebagai ketua BPPN, Edwin kembali ke habitatnya sebagai komisaris di Bank Danamon Indonesia pada Juni 2003.