Profile

Djarot Subiantoro

Tempat Lahir : Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Tanggal Lahir : 23/09/1953


Description

Bagi Djarot Subiantoro, dunia teknologi bukan hanya sekedar dunia di belakang layar yang dapat memberikan banyak kenyamanan bagi penggunanya. Melainkan, dunia teknologi juga harus nyaman dari segi penampilan fisik. Lahir di Semarang, 23 Desember 1959, Djarot mulai terjun di dunia teknologi selepas lulus di Institut Pertanian Bogor. Saat itu, ia memutuskan untuk bergabung dengan sebuah perusahaan teknologi informasi kelas dunia, PT IBM. Selama tiga belas tahun mendalami seluk beluk IT di perusahaan internasional, pada tahun 1995 Djarot memutuskan untuk keluar dan bergabung dengan Bing Moniaga, seorang mantan karyawan IBM juga. Adalah PT Sigma Cipta Caraka, perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi informasi, di mana Djarot menjabat sebagai Presiden Direktur sejak tahun 1999. Dikenal sebagai perusahaan yang berhasil mengekspor jasa TI, seperti pengembangan dan produksi software aplikasi TI untuk dunia bisnis, nama Sigma semakin meroket, bahkan jasanya telah dipakai di beberapa negara maju. Berawal dari konsep perusahaan yang terkonsentrasi pada penjualan hardware, kini di bawah kendali ayah empat anak ini Sigma berkembang menjadi perusahaan yang mengembangkan perangkat lunak dan jasa pelayanan pengoperasi teknologi informasi seperti IT outsourcing, data center services, disaster recovery services, dan sebagainya. Pengembangan konsep perusahaan ini didasari dari kebutuhan perangkat lunak dunia yang semakin tinggi di era globalisasi ini. Hal ini juga didorong dengan peningkatan penerapan e-bisnis yang banyak memanfaatkan internet. Mempunyai karakter kepemimpinan yang mumpuni bukan berarti Djarot bisa dengan mudah mengembangkan perusahaan yang ia pimpin. Justru di era serba robot ini ia mengaku bahwa tantangan yang paling berat adalah pengembangan sumber daya manusia di mana kapabilitas pekerja dituntut untuk terus mengikuti perkembangan zaman, bahkan jika diperlukan bekerja sekaligus belajar pada satu waktu. Tantangan ini adalah tantangan yang berat baginya lantaran mengubah pola proaktif ataupun reaktif orang tidaklah mudah. Agar menjadi perusahaan yang tetap berkembang, diperlukan adanya banyak inovasi yang mendukung. Salah satu inovasi yang dilakukan Djarot agar pegawainya tetap santai menikmati kerja namun tetap serius dan fokus adalah dengan mengubah interior desain kantor menjadi nyaman seperti rumah. Ia mengaku hal ini adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri atau saling bersosialisasi antarpegawai karena berbagai ide dan inovasi bisa muncul melalui saling bersosialisasi. Tak hanya itu, bekerja di dunia teknologi adalah dunia di belakang layar di mana pegawai bisa bekerja di mana saja dan kapanpun asal nyaman. Kini, di bawah tangan dinginnya, Sigma telah melebarkan sayap dengan membuka kantor cabang baru di Bedugul, Bali, yang memfokuskan pada pembuatan perangkat lunak untuk keperluan klien di dalam dan luar negeri, khususnya di Amerika Serikat.