Profile

Bowo Nariwono


Description

Nama Bowo Nariworo hampir tak tersentuh perhatian publik sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA, Kerobokan, Denpasar, Bali. Sayangnya, ketika dirinya mulai muncul di berbagai media, justru kasus besar yang menyertai dan mencoreng namanya. Pria ini mulai disorot ketika Lembaga Pemasyarakatan yang dipimpinnya rusuh. Kerusuhan mulai terjadi pada pertengahan Februari 2012, yang dipicu oleh perkelahian antar narapidana. Kerusuhan berlanjut hingga akhir Februari, yang tak hanya menimbulkan kerusakan, termasuk kebakaran hebat di salah satu bagian Lapas, namun juga ribuan napi yang berkeliaran bebas di luar ruang tahanan. Penyebab lain disinyalir karena keterbatasan daya tampung. Lapas yang didesain untuk menampung 330 orang, justru digunakan untuk menahan lebih dari seribu narapidana. Setelah dilakukan penyelidikan, diduga kerusuhan di tahun 2012 ini terjadi karena kerusuhan yang sempat terjadi tahun 2011. Aparat yang bertugas dinilai kurang tegas dan transparan dalam menindak, sehingga menimbulkan rasa terima dan tak puas. Diskriminasi petugas pada tahanan pun semakin memperkeruh suasana, sampai-sampai para narapidana sempat meminta Kepala Lapas dicopot dari jabatannya. Atas kerugian yang hampir mencapai 1 miliar rupiah, serta kegagalan menciptakan suasana kondusif di Lapas yang dipimpinnya, Bowo Nariworo pun segera dibebastugaskan. Pria ini kemudian dipindahkan ke Kantor Wilayah Bali demi mempermudah penyelidikan oleh Inspektorat Jenderal. Bowo digantikan oleh I Gusti Ngurah Wiratna, yang diplot akan menjadi Kepala Lapas secara permanen jika kinerjanya dianggap baik.