Profile

Armida Salsiah Alisjahbana

Tempat Lahir : Bandung, Jawa Barat

Tanggal Lahir : 16/08/1960


Description

Perempuan kelahiran Bandung, 16 Agustus 1960 ini merupakan alumni Universitas Indonesia. Spesialisasi dia adalah ekonomi internasional. Lepas dari UI pada Juni 1985, dua tahun berikutnya dia melanjutkan studi di Northwestern University, Amerika Serikat, untuk mendalami spesialisasi yang sama. Sementara gelar doktoralnya diraih dari University of Washington, AS, setelah menyelesaikan tesis "Demand for Children's Schooling in Indonesia: Intrahousehold Allocation of Resources, the Role of Prices and Schooling Quality." Armida berprofesi sebagai Guru besar dengan spesialis ekonomi makro. Ia mulai mengajar pada tahun 1987, namun baru 1988 baru menjadi CPNS, dan setahun kemudian diangkat menjadi PNS dekan I Bidang Akademik di Universitas Padjadjaran. Selain sebagai Dekan Armida juga tercatat sebagai Kordinator program Pascasarjana fakultas Ekonomi, pada tahun 1996-2003 menjabat sebagai ketua jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Unpad. Pada Mei 2005, saat usianya menginjak 44 tahun, dia diangkat menjadi guru besar. Penunjukan Armida sebagai Meneg PPN/Kepala Bappenas adalah tepat. Dia memang memiliki kualifikasi dalam bidang keuangan publik, ekonomi ketenagakerjaan, ekonomi pendidikan, dan microeconometric. Selain bergelut di dunia kampus, anak kedua dari pasangan Prof Muchtar Kusumaatmadja dan Siti Hadidjah ini memiliki pengalaman kerja di berbagai lembaga internasional yang tidak sedikit. Beberapa kali dia ditunjuk menjadi konsultan Bank Dunia di Indonesia untuk berbagai proyek, ataupun bekerja sama dengan lembaga seperti Japan Bank for International Cooperation (JBIC), IBRD/IDA, Asian Development Bank, AusAID, dan JICA. Dosen program sarjana dan master di Unpad serta ITB ini juga memiliki segudang pengalaman penelitian, di samping berbagai tulisan yang diterbitkan dalam buku atau dimuat di berbagai jurnal ilmiah. Ibu dari Arlita Alisjahbana dan Ariana Alisjahbana ini juga aktif dalam berbagai seminar dan workshop di dalam dan luar negeri. Berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri juga pernah diraihnya. Dia juga tercatat sebagai anggota berbagai organisasi profesional, antara lain Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI); Indonesia, American Economic Association (AEA), USA; Population Association of America (PAA), USA; International Institute of Public Finance (IIPF), USA; serta East Asian Economic Association (EAEA). Ia juga telah mengenal seluk beluk Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), yang sekarang ini ia pimpin. Ia pernah anggota tim ahli prakarsa strategis di Bappenas, selain terlibat dalam Komite Perencanaan Jawa Barat. Armida juga telah mengenal Wakil Presiden Boediono, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani, rekannya sesama mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia era 1980-an. Tapi semua pengalaman itu tidak membuat tantangan Armida menjadi ringan. Mengelola perencanaan pembangunan secara menyeluruh di tengah situasi yang serba tidak pasti, jelas memerlukan kepiawaian tersendiri. Tantangan berat menantinya. Mulai dari tradisi ego sektoral di tiap tingkatan pemerintah pusat-daerah, sampai dengan mengatasi regulasi (peraturan perundang-undangan) yang kurang singkron dan saling berbenturan. Proses penyusunan perencanaan pembangun itu sendiri, terutama jangka menengah untuk lima tahun, kata Armida, menggunakan sejumlah asumsi (varibel kerangka makro), yang sulit diprediksi. Meliputi: pertumbuhan ekonomi, nilai tukar rupiah, tingkat inflasi, fluktuasi harga minyak ICP, dan lifting minyak. Tantangannya kian menguat, manakala regulasi, kebijakan, program, dan anggaran yang dilaksanakan para pemangku kepentingan (stakeholders), harus sinkron dengan kebijakan dasar pengelolaan negara kita yang telah menerapkan sistem disentralisasi. Armida saat ini bertugas sebagai menteri pada Kabinet Indonesia Bersatu II, sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas.