Profile

Ahmad Albar

Tempat Lahir : Surabaya, Jawa Timur

Tanggal Lahir : 16/07/1946


Description

Ahmad Albar lahir di Surabaya, Jawa Timur, 16 Juli 1946. Karier bermusik lebih menonjol di jalur musik rock, meski dirinya juga pernah merilis lagu dangdut. Lahir dari pasangan Syech Albar dan Farida, Ahmad Albar yang biasa dipanggil Iye itu sukses dengan grup musik legendarisnya, Goodbless dan Gong 2000. Iye sendiri adalah mantan suami artis Rini S. Bono dan mempunyai anak laki-laki yang kemudian dikenal sebagai aktor, Fachry Albar. Selain itu, Iye adalah saudara tiri dari penyanyi dangdut Camelia Malik, dari bapak aktor Jamaluddin Malik. Setelah bercerai dengan Rini, Iye sempat menjalin hubungan dengan artis Cut Keke. Namun belakangan setelah Iyek menjalani persidangan dalam kasus narkoba tahun 2008, diketahui seorang perempuan bernama Dewi telah menjadi istrinya. Dewi mengaku telah menikah dengan Iye pada awal tahun 2006, tanpa diketahui media. Dalam perjalanan hidupnya rocker gaek ini terlibat dalam kasus narkoba. Ia ditangkap di rumahnya di Cinere, Depok, pada 26 November 2007. Polisi menemukan sebutir ekstasi di kamar mandinya, selain juga menangkap Jenny Chandra, seorang buronan kasus 490 ribu butir ekstasi yang sebelumnya digrebeg di apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat. Hasil tes urin Iye juga menunjukkan kandungan zat psikotropika yang biasa digunakan untuk ekstasi. Sementara anaknya, Fachry Albar sempat menjadi buronan polisi atas tuduhan kepemilikan 0,3 gram kokain, meski hasil test kemudian dinyatakan negatif. Facry yang menyerah pada 30 November 2007 itu pun kemudian bebas dari tuntutan. Sementara Iye sendiri setelah melalui masa persidangan cukup panjang akhirnya diganjar vonis delapan bulan penjara. Selain itu ia juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp6 juta dan membayar ongkos perkara Rp10.000. Iyek akhirnya resmi bebas pada 11 Juli 2008. Iye mengawali karir di dunia hiburan sejak kanak-kanak, lewat pangung akting dengan debut filmnya JENDERAL KANCIL (1957). Sementara karir bermusiknya diawali sejak usia sebelas tahun, di mana bersama teman-teman seusianya membentuk band bocah Bintang Remaja, meski dua tahun kemudian band tersebut bubar. Berikutnya bersama bintang Titi Qadarsih, Iye membentuk Kuarta Nada. Band ini pun tidak bertahan lama, akhirnya kemudian bubar. Pada 1960 Iye berangkat ke Belanda, anak kedua dari enam bersaudara ini pun kemudian membentuk grup musik Take Five (1966), grup ini pun kembali bubar pada 1967. Disusul pada 1967, dirinya membentuk Clover Leaf yang kemudian menelurkan album dan lima single. Pada 1972 bersama Ludwig Lemans, gitaris Clover Leaf, dirinya pulang dan mengunjungi Indonesia. Iye mencoba mencari musisi untuk bergabung dengan dirinya. Pada 1973, Iye, Ludwig, Donny Fattah, Fuad dan Jockie Soerjoprajogo mengadakan latihan di Puncak untuk menghadapi pergelaran musik di Taman Ismail Marzuki. Dalam latihan mereka sepakat membentuk sebuah grup dengan nama God Bless. Bersama God Bless, Iye juga menemukan kesuksesan. Namanya semakin populer karena grup ini tergolong produktif dan mudah diterima pasar. God Bless telah mengeluarkan banyak album, antara lain CERMIN (1980), SEMUT HITAM (1988), RAKSASA (1989), THE STORY OF GOD BLESS (1990), 18 GREATEST HITS OF GOD BLESS (1992), dan APA KABAR (1997). Saat mencari vokalis untuk Gong 2000 yang digawangi Ian Antono, Albert Wijaya, Yaya Muktio (drum), Harry Anggoman (keyboard) dan Donny, pilihan jatuh pada Ahmad Albar, karena dia dianggap yang terbaik saat itu. Konser Gong 2000 tanggal 26 Oktober 1991 di Parkir Timur Senayan memuaskan sekitar 100.000 penonton dengan peralatan sistem suara berkekuatan 120.000 watt dan lampu berkekuatan 300.000 watt. Grup ini menghasilkan empat album antara lain BARA TIMUR (1991), GONG LIVE (1992), LASKAR (1993), dan PRAHARA (2000). Di sini Iye nyaris sempurna melahirkan God Bless kedua. Penggemar tampaknya tidak peduli apakah yang mereka dengar Gong 2000 atau God Bless, yang penting ada Ian, Donny, dan Albar. Iye juga mengeluarkan album solo, yaitu Bis Kota (1990), Giliran Siapa (1991), Rini Tomboy (1991), Menanti Kepastian (1992), Bunga Kehidupan (1994), Biarlah Aku Pergi (1994), dan Kendali Dendam (1995).