Profile

Agung Laksono

Tempat Lahir : Semarang, Jawa Tengah

Tanggal Lahir : 23/03/1949


Description

H.R. Agung Laksono merupakan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar dan mantan Menpora. Dia pernah terpilih sebagai Ketua DPR-RI periode 2004-2009, disaat masih menjabat Ketua DPP Golkar Korbid Organisasi, Keanggotaan, dan Kader (OKK) era kepemimpinan Akbar Tandjung. Dia terpilih satu paket (Paket A) dengan empat Wakil Ketua DPR yakni Soetardjo Soerjogoeritno (PDI-P), Muhaimin Iskandar (PKB) dan Zaenal Ma’arif (PBR) yang dicalonkan Koalisi Kebangsaan (Partai Golkar, PDIP, PBR dan PDS). Mantan Ketua Umum DPP AMPI (1983-1988), ini juga sudah malang melintang di dunia organisasi. Agung pernah menjabat Ketua BPD HIPMI JAYA (1975 – 1977). Kemudian, memimpin sejumlah organisasi, di antaranya DPP Angkatan Muda Jayakarta, Wakil Sekertaris Jenderal DPD AMPI Tingkat I DKI (1977 - 1978), Wakil Sekertaris DPD AMPI Tingkat I DKI Jakarta (1978 - 1979), Ketua Biro Pengarahan Sarana dan Dana DPD Golkar Tingkat I DKI Jakarta (1979 - 1984), Wakil Bendahara PDK I Kosgoro DKI Jakarta (1979 - 1983), dan Ketua Umum BPP HIPMI (1983 - 1986). Di samping ranah politik, Agung juga aktif memegang jabatan penting di dunia bisnis. Antara lain, Wakil Komisaris Utama PT. Spinindo Mitradaya/PT. East Jakarta Industrial Park (EJIP) (1996 –1998), Pimpinan Umum Majalah Info Bisnis (1994-1998), Direktur Utama PT. Cakrawala Andalas Televisi (AN-TEVE) (1993-1998), Komisaris Utama PT. Mapalus Makawanua Charcoal Industry (PMDN) di Bitung, Sulawesi Utara (1987 –1998) Agung menjabat sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olahraga pada Kabinet Pembangunan VII (1998) dalam pemerintahan Presiden Suharto. Jabatan di kementerian olahraga berlanjut pada periode 1998-1999 meskipun nama kabinet diubah menjadi Kabinet Reformasi Pembangunan. Periode 1999-2004, ia tampil sebagai anggota DPR-RI. Ia kemudian menggantikan jabatan Akbar Tandjung sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat. Dalam pidato selepas pelantikan (pengambilan sumpah) dihadapan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, dini hari 2 Oktober 2004, mengatakan akan berupaya menjadikan DPR sebagai ‘rumah rakyat’. Dengan begitu terpilihlah ia menjadi ketua DPR RI masa bakti 2004-2009.