Soroti Konflik Papua, Lulusan Terbaik UIN Jakarta Bacakan Manifesto Kemanusiaan
By Admin

Dok. Humas UIN
nusakini.com, Perayaan wisuda ke-141 Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta di Auditorium Harun Nasution diwarnai dengan penyampaian pesan perdamaian untuk masyarakat Papua. Momentum ini berlangsung pada Minggu (13/9/2026) yang dimotori oleh tiga perwakilan lulusan baru.
Dewi Sekar Candrawati selaku lulusan terbaik Fakultas Syariah dan Hukum memimpin pembacaan Manifesto Kemanusiaan dan Perdamaian. Ia mengingatkan para sarjana baru agar tidak mengabaikan berbagai realitas kebangsaan.
"Di tengah rasa syukur yang kita rasakan menjadi sarjana baru, nurani kita tidak boleh buta terhadap realitas kebangsaan yang sedang terjadi di ujung timur Indonesia," ujar Dewi. Ia menegaskan bahwa gelar akademik membawa tanggung jawab besar terhadap penyelesaian masalah sosial.
Manifesto tersebut menyoroti pentingnya penegakan hukum profesional dan pembangunan ekonomi yang melibatkan masyarakat lokal. Para wisudawan juga mendesak adanya penghormatan penuh terhadap hak adat serta tanah ulayat milik Orang Asli Papua.
Sementara itu, Wahyu Indra Triyadi yang membacakan pernyataan sikap menuntut perlindungan maksimal bagi warga sipil. Ia menyatakan bahwa segala bentuk kekerasan bersenjata di wilayah tersebut harus segera dihentikan.
"Kami menolak keras segala bentuk kekerasan bersenjata di tanah Papua. Menjaga kesucian nyawa manusia, hifz al-nafs, harus diletakkan di atas segala kepentingan publik," tegas Wahyu.
Rangkaian seruan moral tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Dimas Suhian dari Fakultas Adab dan Humaniora. Seluruh peserta wisuda menundukkan kepala untuk mendoakan keselamatan serta kedamaian di ujung timur Indonesia.
Konteks seruan ini bertepatan dengan masih tingginya angka korban akibat konflik yang diduga melibatkan kelompok bersenjata. Berdasarkan catatan semester pertama 2026, puluhan warga dilaporkan meninggal dunia dan ribuan lainnya terpaksa mengungsi. (*)