Ribuan Warga Padati Semarang, Pembukaan MTQ Nasional XXXI Diwarnai Aturan Baru

By Admin


Menteri Agama Nasaruddin Umar

nusakini.com, Menko PMK Pratikno secara resmi membuka pergelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Pembukaan acara keagamaan tingkat nasional ini berlangsung meriah di Lapangan Pancasila, Kota Semarang, pada Sabtu malam (12/9/2026).

Upacara peresmian tersebut turut disaksikan oleh jajaran pejabat tinggi negara beserta para pemimpin daerah. Beberapa tokoh yang hadir meliputi Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, hingga jajaran gubernur dari berbagai provinsi.

Ajang kompetisi membaca kitab suci ini tercatat diikuti oleh 2.242 peserta yang berasal dari 37 provinsi di Indonesia. Ribuan warga setempat juga tampak antusias memadati lokasi untuk menyaksikan langsung gemerlap upacara pembukaan tersebut.

Menteri Agama Nasaruddin Umar memanfaatkan momen pembukaan ini untuk mengumumkan perubahan besar terkait jadwal pelaksanaan musabaqah. Mulai tahun depan, Kementerian Agama menetapkan bahwa kompetisi MTQ akan diselenggarakan rutin setiap tahun.

Kebijakan baru ini sekaligus menandai penghapusan ajang Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) yang sebelumnya digelar bergantian secara dwitahunan. "Kementerian Agama memutuskan bahwa setiap tahun kita tidak melakukan STQ, tapi yang kita lakukan adalah MTQ," ujar Nasaruddin.

Para peserta dijadwalkan mengikuti delapan cabang perlombaan yang terbagi ke dalam puluhan golongan dan kategori usia. Beberapa bidang yang dikompetisikan mencakup tilawah, tafsir dalam tiga bahasa, hingga uji hafalan mulai dari satu hingga tiga puluh juz.

Sebanyak delapan cabang perlombaan tersebut akan dipertandingkan secara serentak di 12 titik lokasi yang tersebar di wilayah Semarang. Guna menjamin keadilan dan kualitas penilaian, pemerintah telah melantik 155 anggota dewan hakim serta tujuh orang pengawas.

Nasaruddin berpesan agar seluruh peserta mengedepankan kejujuran serta menjunjung tinggi nilai sportivitas selama bertanding di arena. Ia turut mengingatkan para dewan hakim agar bekerja secara objektif dan transparan agar marwah musabaqah tetap terjaga. (*)