Rapor Dua Tahun Pemerintahan: Prabowo Banggakan Ketahanan Pangan dan Energi

By Admin


Presiden Prabowo Subianto Saat Peluncuran Buku Bahlil Lahadalia/ Ig Bahlil


nusakini.com, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi memaparkan evaluasi kinerja pemerintahannya pada hari Senin (10/8/2026). Ia secara percaya diri memberikan penilaian memuaskan atas jalannya roda pemerintahan selama dua tahun terakhir ini.

Pernyataan krusial tersebut disampaikan saat Kepala Negara menghadiri agenda peluncuran buku Bahlil Lahadalia yang digelar di Djakarta Theater, Jakarta Pusat. Keberhasilan yang telah diraih ini diklaim membuat jajaran pemerintah memiliki keyakinan penuh saat harus berhadapan dengan seluruh rakyat Indonesia.

"Dua tahun ini kita baru berprestasi tapi saya kira dua tahun bolehlah kita ya, rapor kita 'ok' menurut saya ya," ungkap Prabowo di hadapan para tamu undangan. Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintahannya kini mampu membuktikan kesuksesan lewat program kerja yang telah berdampak langsung di masyarakat.

Salah satu keberhasilan paling menonjol yang disampaikan dalam pidato tersebut adalah pencapaian luar biasa terkait target swasembada pangan. Ketersediaan stok cadangan makanan di berbagai gudang penjuru negeri dipastikan aman untuk mengantisipasi potensi ancaman krisis di tingkat global.

"Swasembada, swasembada pangan nyata Saudara-saudara," tegas Presiden saat menggarisbawahi prestasi sektor pertanian nasional kita. Ia meyakini bahwa tingkat ketahanan logistik Indonesia saat ini telah berada pada posisi yang jauh lebih kuat dibandingkan banyak negara lain di dunia.

Fokus pencapaian pemerintahan juga merambah ke sektor manajemen energi nasional di tengah pusaran krisis pasokan minyak mentah dunia. Presiden secara khusus memberikan apresiasi kepada Menteri ESDM serta Pertamina atas kepiawaian mereka dalam mengelola stabilitas energi domestik.

Kebijakan strategis menahan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dinilai sukses menjaga ketenangan sosial dan ekonomi masyarakat akar rumput. "Indonesia masih cool, masih tenang," ujar Presiden ketika membandingkan situasi domestik dengan kondisi kepanikan pasar yang melanda sejumlah negara sahabat.

Lembaga pengelola dana, Danantara, turut dilaporkan sukses mencetak rekor kenaikan pendapatan operasional yang diperkirakan mencapai angka empat ratus persen. Laporan awal yang terjadi hanya dalam kurun waktu satu tahun beroperasi tersebut dipastikan akan segera memasuki tahapan audit profesional.

"Tapi kalaupun tidak 400 persen, 300 persen atau 200 persen ini signifikan, peningkatan signifikan dalam satu tahun bekerja," pungkas Prabowo. Presiden memastikan proses verifikasi angka akan terus dilakukan secara ketat demi menjamin transparansi serta akuntabilitas aset milik negara. (*)