Raksasa Tambang Vale Catat Lonjakan Produksi dan Penjualan di Seluruh Sektor Sektor pada Kuartal II 2026

By Admin


Ilustrasi Tambang
nusakini.com, Rio De Janeiro — Perusahaan pertambangan asal Brasil, Vale, melaporkan kenaikan kinerja operasional pada kuartal kedua (Q2) tahun ini. Laporan resmi perusahaan yang dirilis pada Selasa, 21 Juli 2026, menunjukkan pertumbuhan positif pada tingkat produksi maupun volume penjualan di semua lini bisnis utama jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year).

Di lini bijih besi, Vale berhasil mengumpulkan total produksi sebesar 84,3 juta ton (Mt). Angka tersebut tumbuh 1 persen atau naik 0,7 Mt dibandingkan Q2 tahun sebelumnya. Pencapaian ini sekaligus mencatatkan rekor volume produksi kuartal kedua tertinggi bagi lini bijih besi Vale sejak 2018. Lonjakan operasional ini dipicu oleh tingginya volume pemandangan dari tambang S11D serta kontribusi fasilitas baru seperti proyek Capanema dan VGR1. Sejalan dengan kenaikan output dan pelepasan stok persediaan, volume penjualan bijih besi terdorong naik 3 persen menjadi 79,7 Mt.

Sektor logam transisi energi juga menunjukkan pergerakan yang kuat. Produksi tembaga Vale mencapai 98,4 ribu ton (kt) atau menguat 6 persen secara tahunan. Capaian terbaik sejak 2017 ini didorong oleh kinerja tambang Salobo di Brasil serta kontribusi dari aset Sossego dan Voisey’s Bay.

Sementara itu, komoditas nikel mencatatkan produksi sebesar 42,0 kt, tumbuh 4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Raihan tertinggi sejak 2020 ini ditopang oleh kinerja operasional tambang Onça Puma dan pemecahan rekor produksi di pemurnian Long Harbour. Keberhasilan di dua wilayah ini mampu menutupi penurunan sementara akibat pemeliharaan rutin dua tahunan di fasilitas hilir Sudbury.

Di sisi lain, produksi pelet tercatat mengalami penurunan 7 persen secara year-on-year menjadi 7,3 Mt. Manajemen menyampaikan bahwa penurunan ini merupakan dampak langsung dari penghentian sementara operasional pabrik pemrosesan di Oman yang berlangsung pada rentang kuartal kedua tersebut. (*)