Pulau Sumatera Dikepung 1.149 Titik Panas pada Selasa, Sumsel Catat Temuan Tertinggi
By Admin
Pemdaman Karhutla
nusakini.com, Ribuan titik panas terpantau menyelimuti sejumlah wilayah di Pulau Sumatera pada Selasa (22/9/2026). Menurut data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, jumlah keseluruhan mencapai 1.149 titik.
Provinsi Sumatera Selatan tercatat sebagai penyumbang terbanyak dengan temuan 713 titik panas. Wilayah lain yang turut mencatatkan angka tinggi adalah Bangka Belitung dengan 213 titik dan Lampung sebanyak 100 titik.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Anggun R, menyampaikan bahwa provinsi lainnya juga memiliki titik panas dengan skala yang lebih kecil. Jambi dilaporkan memiliki 97 titik, sementara Aceh dan Kepulauan Riau masing-masing menyumbang empat titik.
Sebaran dengan jumlah di bawah lima titik juga ditemukan di beberapa daerah lain. Sumatera Utara memiliki tiga titik panas, sedangkan Bengkulu dan Sumatera Barat masing-masing terdeteksi satu titik.
Khusus untuk Provinsi Riau, otoritas cuaca menemukan belasan indikasi kebakaran hutan dan lahan. "Di Provinsi Riau, BMKG mencatat 13 titik panas," ungkap Anggun R dalam keterangannya.
Sebaran di Bumi Lancang Kuning tersebut tidak merata karena terpusat di wilayah tertentu. "Sebarannya meliputi Indragiri Hulu 10 titik, serta Dumai, Kuantan Singingi dan Indragiri Hilir masing-masing satu titik," tambahnya.
Di tengah kemunculan titik panas tersebut, peluang turunnya hujan di Riau dinilai masih cukup tinggi. Berdasarkan pantauan radar, hujan intensitas ringan hingga sedang diprediksi mengguyur sebagian besar wilayah Riau sejak pagi hari.
Kondisi basah ini diprakirakan akan berlanjut hingga rentang waktu siang sampai sore hari. Wilayah yang berpotensi diguyur hujan meliputi Dumai, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Pekanbaru.
Menjelang malam, curah hujan dengan intensitas ringan diperkirakan hanya menyapa sebagian kecil daerah. Hujan tersebut berpeluang terjadi di wilayah Rokan Hilir, Rokan Hulu, serta Kabupaten Kampar.
Pada fase dini hari, guyuran air dari langit dengan intensitas ringan hingga sedang kembali turun di sejumlah titik. Wilayah yang diprediksi mengalami kondisi tersebut adalah Rokan Hilir, Rokan Hulu, dan Kota Dumai.
Pihak BMKG turut menerbitkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi sejak pagi hingga malam hari. Fenomena ini berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat serta hembusan angin kencang.
Masyarakat di sejumlah kabupaten diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman cuaca buruk ini. "Wilayah yang perlu mewaspadai kondisi tersebut meliputi Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti dan Kuantan Singingi," imbau Anggun R.
Terkait kondisi atmosferik, suhu udara di Riau diprediksi berfluktuasi antara 23 hingga 32 derajat Celsius. Sementara itu, tingkat kelembapan udara dilaporkan berada pada kisaran 55 hingga 100 persen.
Pergerakan angin dipantau berhembus dari arah tenggara menuju barat dengan kecepatan bervariasi. Kecepatan angin tersebut tercatat berada di angka 10 hingga 40 kilometer per jam.
Kondisi maritim di wilayah perairan Riau terpantau relatif aman untuk aktivitas pelayaran. Tinggi gelombang laut diprakirakan hanya mencapai 0,5 hingga 1,25 meter yang masuk dalam kategori rendah. (*)