Kemarau Melanda, Tiga Ribu Lebih Hotspot Terpantau di Pulau Sumatera

By Admin


Ilustrasi Pemadaman Karhutla

nusakini.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan temuan ribuan titik panas atau hotspot yang tersebar di wilayah Pulau Sumatera pada Jumat (18/9/2026). Berdasarkan data terbaru pada pagi hari, total keseluruhan titik api yang terdeteksi mencapai angka 3.227 titik.

Provinsi Sumatera Selatan tercatat mendominasi sebaran ini dengan jumlah yang sangat signifikan, yakni 2.283 titik panas. Wilayah lain yang menyumbang angka cukup besar adalah Bangka Belitung dengan 339 titik dan Jambi sebanyak 299 titik.

Sementara itu, wilayah Provinsi Riau teridentifikasi menyumbang puluhan titik panas yang tersebar di berbagai kawasan. "Sementara itu, Riau terpantau memiliki 71 titik panas yang tersebar di delapan kabupaten dan kota," ujar Yasir P, Prakirawan BMKG Pekanbaru.

Kabupaten Indragiri Hulu menduduki posisi tertinggi di Riau dengan temuan mencapai 41 titik. Daerah lain seperti Kampar dan Indragiri Hilir masing-masing mencatatkan delapan serta tujuh titik panas berdasar citra satelit.

Di tengah kemunculan titik panas tersebut, BMKG juga merilis prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi presipitasi untuk wilayah Riau pada Jumat (18/9/2026). Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprediksi mengguyur daerah Bengkalis dan Dumai semenjak pagi hari.

Ancaman cuaca ekstrem juga patut diwaspadai oleh masyarakat yang bermukim di sepuluh kabupaten dan kota di Riau. "BMKG mengingatkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah pada pagi, sore serta malam hingga dini hari," ungkap Yasir.

Kondisi langit di Riau pada pagi hingga dini hari diprakirakan akan diselimuti oleh udara kabur. Suhu lingkungan akan berfluktuasi antara 23 sampai 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara yang menyentuh angka 99 persen.

Keberadaan titik panas di luar Riau juga terpantau merata di beberapa provinsi lain di sepanjang pesisir pulau. Kepulauan Riau dilaporkan memiliki sepuluh titik, sedangkan Sumatera Utara dan Bengkulu masing-masing menyumbang enam dan satu titik panas.

Menjelang siang hingga sore hari, cakupan wilayah yang berpotensi turun hujan di Riau diprakirakan semakin meluas. Kawasan padat penduduk seperti Kepulauan Meranti, Siak, hingga Rokan Hulu disebut akan mulai merasakan tetesan air hujan tersebut.

Kecepatan angin yang berhembus dari arah tenggara menuju barat daya diprediksi berada pada kisaran 10 hingga 40 kilometer per jam. Kondisi angin ini tentunya akan sangat memengaruhi pola persebaran asap apabila titik panas tersebut terkonfirmasi sebagai kebakaran darat. (*)