Pemprov DKI Dorong Kolaborasi Global untuk Pendidikan Inklusif
By Admin

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung | Dok. Humas DKI
nusakini.com, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyoroti pentingnya kerja sama antarnegara untuk mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif dan bermutu. Gagasan ini ditekankan dalam Konferensi Pendidikan Internasional Asia Pasifik di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada Selasa (13/10).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa pendidik memerlukan dukungan penuh di tengah dinamika perubahan zaman. Menurutnya, hal tersebut menjadi kunci agar seluruh potensi peserta didik dapat berkembang secara maksimal.
"Tema 'Organization for Power: Education Unions Shaping the Future of the Education in the Asia Pasific Region', menyoroti peran penting serikat pendidikan dalam membentuk masa depan pendidikan," ujar Pramono. Ia menambahkan bahwa pemerintah wajib mendengar aspirasi masyarakat dan berpijak pada data tepercaya dalam merumuskan kebijakan.
Lebih lanjut, Pemprov DKI Jakarta tercatat telah menjalankan sejumlah program bantuan seperti KJP Plus, KJMU, hingga LPDP. Pemerintah daerah juga sedang aktif memperbaiki infrastruktur dasar melalui program rehabilitasi di 19 bangunan sekolah.
Pramono menegaskan bahwa komitmen pemerintah tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga kesejahteraan para tenaga pengajar. "Komitmen kami juga mencakup dukungan bagi para guru, termasuk mereka yang berada di sekolah swasta, sembari memperluas akses ke pendidikan berkualitas melalui program sekolah swasta kami yang kami sebut sekolah gratis," jelasnya.
Saat ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah Jakarta berhasil tercatat pada angka 85,05. Pencapaian memuaskan tersebut sukses menempatkan ibu kota sebagai wilayah dengan indeks tertinggi di tingkat nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi, berharap pertemuan internasional ini mampu memperkokoh solidaritas antarpihak. "Kita akan selalu berdiri bersama para guru, menjunjung tinggi martabat profesi, memperjuangkan kesejahteraan yang adil, memperkuat profesionalisme, dan memastikan para guru terlindungi," tegas Unifah.
Ia menilai perbaikan tingkat kesejahteraan guru secara umum akan berbanding lurus dengan kualitas masa depan anak bangsa. Forum berskala internasional ini sendiri telah mempertemukan berbagai organisasi guru dan tokoh pendidikan penting dari seluruh kawasan Asia Pasifik. (*)