Hadiri SPEKIX 2026, Pramono Anung Paparkan Fasilitas Khusus Disabilitas
By Admin

Special Kids Expo (SPEKIX) 2026/ Dok. Humas DKI
nusakini.com, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung terus berupaya menjadikan ibu kota lebih inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. Hal tersebut disampaikan langsung saat beliau meninjau acara Special Kids Expo (SPEKIX) 2026 di Jakarta Internasional Convention Centre (JICC), Jakarta Pusat, pada Sabtu (10/10).
Pramono menyebutkan bahwa komitmen ini telah diwujudkan melalui pengiriman 120 anak beserta orang tua mereka ke olimpiade khusus di Kupang. Ajang olahraga tingkat nasional tersebut dijadwalkan berlangsung mulai Sabtu (10/10) hingga Senin (19/10) mendatang.
Pada sektor pendidikan, pemerintah daerah menjamin akses melalui puluhan fasilitas sekolah yang tersebar di wilayah ibu kota. "Saat ini ada 88 sekolah luar biasa dan 13 di antaranya merupakan sekolah luar biasa negeri," ujar Pramono.
Dukungan pembiayaan pendidikan juga disalurkan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Bahkan, pemerintah merencanakan alokasi beasiswa ke luar negeri bagi 50 hingga 75 orang pada tahun 2027 nanti.
"Bila ada anak berkebutuhan khusus yang berminat untuk ikut program LPDP, kami akan fasilitasi," tambahnya menjelaskan program beasiswa tersebut. Bidang kesehatan turut diperhatikan dengan menyiagakan 44 puskesmas kecamatan dan 31 rumah sakit yang dirancang ramah penyandang disabilitas.
Sebanyak 584 petugas kesehatan atau pasukan putih juga dikerahkan untuk melayani warga secara langsung dari pintu ke pintu. "Bahkan, kalau perlu ambulans, dokter, dan sebagainya, silakan dimanfaatkan, digunakan ini," ungkap sang gubernur terkait fasilitas darurat gratis.
Aksesibilitas ruang publik ditingkatkan lewat penyediaan blok pemandu di berbagai halte transportasi massal seperti MRT dan Transjakarta. Pemerintah juga telah menyiapkan 37 unit bus sekolah khusus yang beroperasi di 10 rute berbeda bagi anak-anak disabilitas.
Dukungan finansial juga diberikan lewat pendistribusian Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta yang saat ini tercatat menyentuh 20.890 penerima manfaat. "Kami juga mengalokasi program pemberian alat bantu fisik dan sebagainya bagi disabilitas," pungkas Pramono mengenai bantuan sarana prasarana. (*)