Pasukan Keamanan Myanmar Bunuh Lebih dari 1.000 Warga Sejak Kudeta

By Nad

nusakini.com - Internasional - Sebuah kelompok hak asasi pada hari Rabu (18/8) menyatakan pasukan keamanan Myanmar telah membunuh lebih dari 1.000 warga sejak melakukan kudeta pada bulan Februari.

Pihak militer tidak menunjukkan tanda-tanda mereka akan melepaskan kekuasaan sejak mengambil alih pemerintahan selama enam bulan.

Banyak demonstran anti kudeta dan warga sipil lainnya yang tewas akibat perlakuan pasukan keamanan ini, termasuk ketika demo terjadi di seluruh penjuru Myanmar sejak militer menggulingkan pemerintahan demokratis Aung San Suu Kyi pada tanggal 1 Februari.

Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik pada tanggal 12 Agustus menyatakan pasukan keamanan menembak mati tiga anak muda yang sedang mengendarai sepeda motor di daerah Mandalay, pusat Myanmar.

Asosiasi ini menambahkan bahwa seorang anak perempuan yang berusia satu tahun dan tinggal di sekitar daerah tersebut juga tewas setelah kepala dan perutnya ditembak. Orang tua anak itu juga mengalami luka-luka.

Di sisi lain, beberapa tentara dan polisi juga menjadi sasaran penyerangan. Di Yangon, kota terbesar Myanmar pada hari Sabtu (14/8), lima polisi ditembak mati oleh penyerang tak diketahui saat mereka berada di dalam kereta.