Manggala Agni Perluas Pemadaman Karhutla di Riau, Terkendala Akses dan Asap
By Admin

Karhutla Riau
nusakini.com, Tim gabungan dari Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (BPKH) Wilayah Sumatera terus mengintensifkan upaya pemadaman kebakaran darat dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau pada Sabtu (8/8/2026). Perluasan cakupan operasi ini secara khusus difokuskan pada penanganan titik api di Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Bengkalis.
Titik api utama di Desa Sungai Guntung Hilir, Indragiri Hulu, dilaporkan telah menghanguskan area lahan seluas kurang lebih 50 hektare. Proses pemadaman di area tersebut kini telah resmi memasuki hari keenam masa operasi darurat bencana.
Sementara itu, insiden kebakaran baru juga teridentifikasi mulai melanda lahan seluas 10 hektare di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Bengkalis. Petugas Manggala Agni terpaksa harus menempuh jalur sungai menggunakan perahu selama satu setengah jam demi mencapai titik lokasi kejadian.
Kepala BPKH Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyatakan bahwa kondisi cuaca panas dan vegetasi kering menjadi tantangan terberat bagi tim lapangan. Angin kencang yang arahnya sering berubah di wilayah Bengkalis juga sangat berisiko mempercepat laju penyebaran titik api.
"Adapun di Sungai Guntung Hilir, kendala utama yang dihadapi petugas adalah pekatnya asap serta mulai mengeringnya pasokan air pada embung penampungan," ujar Ferdian mengonfirmasi situasi lapangan. Ia juga menyampaikan bahwa akses transportasi menuju titik pusat api di sisi utara kawasan tersebut belum bisa ditembus sepenuhnya.
Sebagai langkah taktis, pihak BPKH mengambil keputusan untuk menerjunkan tiga unit ekskavator ke lokasi kebakaran di Indragiri Hulu. Alat berat ini difungsikan guna membuka jalur lintas darat darurat sekaligus memperdalam embung air yang mulai surut.
"Selain itu, alat berat digunakan untuk membuat sekat bakar di sekeliling area terdampak di Indragiri Hulu," jelas Ferdian lebih lanjut terkait strategi penanganan. Upaya mitigasi fisik ini dilakukan untuk memastikan rambatan api bisa diputus sehingga tidak menyambar kawasan hutan yang masih aman.
Sampai Sabtu (8/8/2026) pagi, seluruh titik api di kedua kabupaten tersebut dilaporkan belum berhasil dipadamkan secara total. Personel gabungan terus disiagakan penuh untuk menuntaskan rangkaian proses pemadaman sekaligus pendinginan area sisa kebakaran agar titik api tidak muncul kembali. (*)