KLH Siapkan Gerakan Pertobatan Ekologis Nasional, Libatkan Kampus hingga Dunia Usaha

By Admin

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat
nusakini.com, Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menggagas Gerakan Pertobatan Ekologis Nasional sebagai upaya memperluas keterlibatan masyarakat dalam pemulihan lingkungan hidup.

Inisiatif tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, dalam Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan Lingkungan Hidup Lingkup KLH/BPLH Tahun 2026.

Gerakan tersebut dirancang untuk mengajak berbagai elemen masyarakat, mulai dari dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, hingga masyarakat umum, berpartisipasi dalam aksi nyata menjaga lingkungan.

Bentuk kegiatannya antara lain penanaman pohon, konservasi sumber daya alam, serta berbagai program pemulihan lingkungan yang dapat dilakukan secara kolaboratif.

Menurut Jumhur, tantangan lingkungan saat ini tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan keterlibatan aktif berbagai pihak agar upaya perlindungan lingkungan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Ia menyebut dukungan dari organisasi masyarakat sipil, lembaga swadaya masyarakat, perguruan tinggi, hingga mitra internasional terus meningkat dalam mendorong agenda perubahan iklim, perlindungan keanekaragaman hayati, dan pembangunan berkelanjutan.

Karena itu, pemerintah ingin memperkuat sinergi lintas sektor agar berbagai program lingkungan memiliki jangkauan yang lebih luas dan menghasilkan dampak yang lebih besar.

Selain mendorong partisipasi publik, KLH/BPLH juga menekankan pentingnya birokrasi yang berorientasi pada hasil. Setiap program diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung kualitas lingkungan hidup yang lebih baik.

Di akhir arahannya, Jumhur mengapresiasi capaian KLH/BPLH yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ia meminta seluruh jajaran mempertahankan integritas dan akuntabilitas sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas dan program pembangunan lingkungan hidup.

Melalui Gerakan Pertobatan Ekologis Nasional, pemerintah berharap kesadaran dan aksi kolektif masyarakat terhadap isu lingkungan dapat semakin meningkat, sehingga upaya pemulihan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab negara, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh elemen bangsa.