Ketegangan di Lorong Makassar, Saat Aparat Menembus Blokade Batu

By Admin


Ilustrasi

nusakini.com, Kawasan padat penduduk di Kecamatan Tallo belakangan ini kembali membetot perhatian publik dan aparat penegak hukum. Sebuah lorong yang dikenal dengan nama Sapiria Borta menyimpan dinamika kelam terkait pusaran bisnis narkotika di tingkat akar rumput.

Di balik gang-gang sempit tersebut, sebuah pintu baja kokoh berdiri seolah menjadi benteng pertahanan bagi aktivitas terlarang. Aparat menemukan bahwa penghalang tersebut diduga sengaja dibangun kembali dengan konstruksi yang jauh lebih kuat setelah sempat dihancurkan tahun lalu.

Upaya pihak berwajib untuk membersihkan kawasan tersebut pekan ini sayangnya tidak disambut dengan tangan terbuka oleh sebagian elemen warga. Ketegangan sempat memuncak ketika petugas yang merangsek masuk justru diadang dengan hujan batu dan lemparan kayu.

Kombes Pol Arya Perdana menyebutkan bahwa perlawanan semacam itu merupakan tantangan nyata bagi personel gabungan saat bertugas di lapangan. "Ada perlawanan, anggota dari Polda, dari Ditresnarkoba, juga dari Polrestabes, dari Satresnarkoba, itu dilempari batu, dilempari kayu," ujarnya menggambarkan situasi.

Ironisnya, realitas di balik kokohnya pintu baja itu memperlihatkan betapa dalamnya jerat kecanduan di lingkungan tersebut. Dari seratusan orang yang terjaring dalam operasi penyisiran baru-baru ini, hampir seluruhnya menunjukkan hasil positif saat diuji urinenya.

Meskipun langkah penegakan hukum berjalan tegas, polisi tetap membuka ruang kemanusiaan bagi para korban penyalahgunaan yang tak terbukti mengedarkan. Pendekatan rehabilitasi medis dianggap sebagai langkah paling masuk akal untuk memutus mata rantai ketergantungan ini di tengah masyarakat.

Kebijakan humanis ini diharapkan mampu memberikan kesempatan kedua bagi warga yang terjebak dalam lingkaran hitam tersebut. "Kalau memang ada barang bukti, kita akan proses lanjut, tetapi yang tidak ada barang bukti, maka nanti akan kita rehabilitasi," jelas Arya.

Kini, secercah harapan baru dititipkan agar lingkungan permukiman tersebut bisa kembali bersih dari pengaruh buruk zat adiktif. Sinergi antara aparat dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah generasi muda setempat kembali terjerumus ke jalan yang salah. (*)