Jadi Tuan Rumah Perdana FMTI, Kabupaten Bogor Angkat Tema Bambu dan Bunyi Ritus
By Admin

Dok. Pemkab. Bogor
nusakini.com, Kabupaten Bogor resmi menjadi lokasi pembuka rangkaian Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2026 pada Sabtu (3/10). Perhelatan budaya berskala nasional ini diselenggarakan di kawasan Gelora Pakansari, Cibinong, dengan melibatkan berbagai komunitas kesenian.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, hadir langsung untuk meresmikan acara tersebut. Menurutnya, penetapan wilayah yang dipimpin Bupati Rudy Susmanto ini didasarkan pada kuatnya akar warisan seni Sunda yang masih bertahan di masyarakat.
Sejarah kebudayaan daerah ini dinilai menyimpan jejak peninggalan era Pakuan Pajajaran yang autentik. “Bogor punya alasan yang kuat untuk menjadi titik awal," kata Fadli saat memberikan sambutan.
Eksistensi alat musik seperti Angklung Gubrag dan Dogdog Lojor menjadi bukti nyata bahwa kesenian leluhur bukan sekadar pajangan museum. Oleh karena itu, panggung pembuka di wilayah ini secara khusus mengusung tajuk FMTI Sangitaloka dengan tema "Bambu dan Bunyi Ritus".
Secara keseluruhan, ajang pelestarian budaya ini mengusung tema besar bertajuk "Merajut Bayang-Bayang Musik Nusantara". Rangkaian kegiatannya diproyeksikan akan bergulir secara bergantian melintasi sepuluh kota dan kabupaten di Indonesia.
Manajer FMTI 2026, Deden Fahmi Fadilah, mengonfirmasi bahwa festival ini dijadwalkan berlangsung berkesinambungan hingga tahun 2027. Agendanya mencakup seminar edukasi, pementasan seni, serta bazar yang memfasilitasi pelaku UMKM lokal.
Deden berharap wadah apresiasi ini mampu menjaga relevansi bunyi-bunyian tradisional dengan dinamika zaman. "FMTI hadir menjadi ruang pelestarian musik tradisi dari seluruh penjuru Nusantara," ujar Deden.
Terselenggaranya festival ini merupakan wujud kerja sama antara Kementerian Kebudayaan dan Pemerintah Kabupaten Bogor. Perkumpulan Setyo Lenggono Budoyo serta Halimun Salaka Indonesia juga turut berkontribusi sebagai mitra pelaksana di lapangan. (*)