Dugaan Bentrok Mematikan di Kapal Induk USS Abraham Lincoln, 7 Pelaut Dilaporkan Tewas
By Admin

Kapal Induk USS Abraham Lincoln/ Dok. Wikipedia
nusakini.com, Laporan mengejutkan datang dari media Iran yang menyebutkan dugaan tewasnya tujuh personel Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di kapal induk USS Abraham Lincoln. Peristiwa berdarah ini dilaporkan terjadi saat kapal tersebut beroperasi di perairan Samudra Hindia pada Rabu (12/8/2026).
Berita ini pertama kali diembuskan oleh jaringan Press TV yang mengutip sumber dari kantor berita Tasnim. "Insiden terjadi setelah keluhan awak kapal terhadap lamanya masa penugasan makin meningkat," tulis media asing tersebut dalam laporannya.
Bentrokan fisik diduga bermula ketika seorang penasihat komando militer, Brad Cooper, berkunjung ke lokasi. Kunjungan pada hari yang sama itu diklaim bertujuan untuk merespons protes dari para awak kapal terkait masa tugas yang panjang.
Nahas, upaya mediasi tersebut dilaporkan justru berujung pada kericuhan yang melibatkan aksi pelemparan botol air. Situasi diduga makin tak terkendali hingga memicu perkelahian fisik menggunakan pisau dan senjata tajam antarpersonel.
Akibat eskalasi kekerasan ini, sedikitnya tujuh prajurit dikabarkan meninggal dunia dan beberapa personel lainnya terpaksa menderita luka-luka. Namun, belum ada keterangan resmi dari militer AS maupun pihak Gedung Putih hingga Rabu siang waktu setempat.
Kapal perang canggih ini diketahui telah mengarungi lautan selama 263 hari beruntun dalam operasinya saat ini. Durasi yang menyentuh angka 208 hari di lautan secara terus-menerus ini diklaim sebagai masa penugasan tanpa henti terlama di era modern.
Pekan lalu, sekitar 200 kerabat pelaut bahkan telah menemui Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao di wilayah San Diego. Keluarga menyuarakan kekhawatiran yang mendalam terkait kesehatan mental, kelelahan, serta ketidakpastian kepulangan bagi 5.000 anggota militer di kapal tersebut. (*)