Dorong Ekonomi Jakarta, Ratusan Pelaku Usaha Berkumpul di JITEX 2026

By Admin


Dok. Pemprov DKI

nusakini.com, Pemprov DKI Jakarta resmi menggelar pameran bisnis JITEX 2026 yang disandingkan dengan Festival Kekayaan Intelektual (FKI) di Junior Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, secara langsung membuka acara pameran yang mengusung tema "Ignite the Economy" tersebut pada Kamis (17/9).

Rangkaian kegiatan pameran ini dijadwalkan berlangsung sejak Rabu (16/9) hingga penutupan resmi pada Sabtu (19/9) mendatang. Berdasarkan keterangan otoritas setempat, sebanyak 275 stan pameran dari berbagai sektor industri turut meramaikan ajang tahunan yang mempertemukan banyak pihak ini.

Pemerintah daerah memiliki harapan besar agar acara ini mampu memperkuat daya saing ekonomi ibu kota di kancah perdagangan global. Pertemuan strategis antara pelaku usaha lokal, investor, dan pembeli internasional menjadi agenda utama dalam seluruh penyelenggaraan JITEX kali ini.

Menurut Rano Karno, pameran ini tidak boleh hanya sebatas tempat bertatap muka tanpa adanya tindak lanjut yang nyata bagi industri. "Kita ingin memastikan bahwa JITEX tidak berhenti pada pertemuan dan transaksi bisnis, tetapi menjadi penggerak terciptanya peluang baru," ujar Rano.

Lebih lanjut, ia menargetkan adanya kesepakatan bisnis jangka panjang yang secara efektif membawa produk dan kreativitas lokal menuju pasar dunia. Perekonomian Jakarta yang dilaporkan tumbuh sebesar 5,52 persen secara tahunan pada triwulan kedua 2026 dinilai menjadi modal penting bagi target tersebut.

Pertumbuhan positif ini menurut catatan pemerintah utamanya didorong oleh sektor perdagangan yang terus menunjukkan aktivitas menggembirakan. Keberadaan panggung FKI yang berjalan beriringan dengan JITEX juga diyakini mampu mengangkat nilai kekayaan intelektual para kreator lokal agar diakui dunia.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Ni Luh Puspa, turut hadir langsung dan mengapresiasi potensi besar Jakarta. Ia mencatat bahwa wilayah ibu kota ini menempati posisi kedua sebagai tujuan utama kunjungan warga negara asing setelah Pulau Bali.

Mayoritas kunjungan internasional tersebut selama ini didominasi oleh tujuan rekreasi, urusan bisnis, serta kegiatan pertemuan berskala besar atau MICE. "Jadi saya harap JITEX ini ke depannya bisa terus menjadi platform aktivasi ekonomi yang mempertemukan peluang dengan pelaku usaha," ucap Ni Luh. (*)