Profile

Wahyu Aditya

Tempat Lahir : Malang

Tanggal Lahir : 04/03/1980


Description

Satu lagi anak muda yang berani menggebrak belantara Indonesia dan berhasil membawa aneka rupa penghargaan berkat pemikiran kreatif yang cenderung masih langka hingga kini. Adalah Wahyu Aditya, sosok inisiator animasi muda yang membuka gerbang animasi Indonesia. Berawal dari kegemarannya pada menggambar sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, pria kelahiran Malang, 4 Maret 1980 ini memulai karirnya pada dunia yang jauh dari ilmu hitung. Tak hanya gemar menggambar, namun, ia juga gemar menonton film. Kedua kegemaran inilah yang kemudian menginspirasi pria yang akrab disapa Wadit ini untuk mendobrak dunia animasi Indonesia yang dinilai masih jauh dari standar, yang artinya masih minim. Serius menekuni dunia animasi, Wadit memutuskan untuk meneruskan jenjang pendidikannya di KvB Institute of Technology Sydney, Australia jurusan Interactive Multimedia. Di sana, ia tak hanya belajar, tapi juga mengasah bakat yang kemudian mengantarkannya menjadi Best Student di angkatannya. Selepas kuliah, ia mendapatkan tawaran bekerja di salah satu stasiun TV swasta yang baru berdiri dan kala itu banyak membuka lowongan kru dari kalangan anak muda seusianya. Jelas saja tawaran menarik itu tidak dilepas begitu saja, ia menganggap bahwa pekerjaan yang dilakoninya semakin membuat bakat dan kreatifitasnya terasah. Ia bergabung dengan TransTV hanya dalam kurun waktu dua tahun (2000-2002) sebagai animator. Setelah merasa cukup menyerap ilmu yang didapat, ia memutuskan untuk keluar dan membuka production house bersama teman-temannya. Sayang, usaha yang baru satu tahun dirintisnya ini harus gulung tikar. Bakat kreatif itu memang ada, tak berhenti sampai di usaha yang gulung tikar, pria asli Malang ini pun lantas membuka sekolah animasi. Tujuannya sederhana yakni melahirkan generasi animator penerus bangsa. Pada tahun 2004, Hello;Motion Academy akhirnya resmi dibuka. Di sekolah tersebut, Wadit mengungkapkan bahwa ia ingin melebarkan sepak terjang animator/ kreator Indonesia yang tangguh. Tentu saja tak hanya tangguh, tapi juga mampu membuka lapangan kerja baru di dunia animasi. Selain itu, ia berkeinginan agar hasil kreasi para kreator juga mampu menembus dunia perfilman Indonesia yang baginya masih sangat sepi peminat. Menurutnya, sampai sejauh ini Indonesia belum mampu melahirkan kreator atau animator yang tangguh. Umumnya, para kreator masih terpatok pada usaha yang memerlukan dukungan pemerintah. Padahal, bagi pemenang International Young Creative Entrepreneur of The Year yang diadakan British Council pada 2007 ini kreator seharusnya memiliki jiwa wirausaha agar tidak selalu bergantung pada dukungan pemerintah. Ia mencontohkan, bisa saja karakter animasi hasil buatan kreator diterjunkan dalam fitur ponsel yang bekerjasama dengan penyedia layanan ponsel itu sendiri. Tak hanya itu, Wadit yang juga mempunyai website pribadi (www.kdri.web.id) sebagai tempat menampung desain-desain terbarunya tersebut juga menambahkan bahwa sebagai kreator, selain jiwa wirausaha, inovasi juga perlu mengingat gencatan teknologi modern yang semakin mendominasi dunia. Meski tak ingin terlalu bergantung pada pemerintah, Wadit berharap agar pemerintah mau memberikan kuota penayangan terhadap film-film animasi dalam negeri seperti yang telah dilakukan Cina dan Korea Selatan. Baginya, sekian persen kuota sudah berharga bagi animator lokal. Kini, untuk melengkapi dukungannya pada dunia animasi, melalui Hello;Motion ia kerap mengadakan acara tahunan Hello;Motion Art Festival yang diadakan setiap bulan Agustus. Tak main-main, acara gagasannya tersebut ternyata mampu menghadirkan ribuan anak muda yang menggandrungi dunia animasi. Melalui acara itu, Wadit berpendapat bahwa animasi Indonesia masih bisa berkembang. Selain itu, ia ingin menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang modern dan kreatif, bukan negara korup.