Tim Gabungan Perluas Area Pencarian Korban KM Nurul Salsa Jadi 408 Mil Laut

By Admin


Tim Basarnas
nusakini.com, Selayar — Upaya pencarian korban kecelakaan laut KM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, terus diintensifkan. Memasuki hari keempat operasi pada Sabtu, 18 Juli 2026, Basarnas Kelas A Makassar memutuskan untuk memperlebar jangkauan penyisiran hingga mencapai 408 mil laut persegi.

Keputusan perluasan wilayah operasi ini diambil setelah tim melakukan evaluasi mendalam terhadap pergerakan arah angin, kekuatan arus laut, serta simulasi kemungkinan hanyutnya para korban. Selain itu, penemuan beberapa jaket keselamatan (life jacket) di sekitar lokasi kejadian menjadi petunjuk penting bagi tim untuk menggeser dan memperluas fokus pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa pembagian wilayah baru ini bertujuan agar proses penyelamatan berjalan lebih terarah. Pihaknya membagi armada ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).

"Pada hari keempat ini kami kembali memperluas area pencarian menjadi 408 nautical mile persegi. Seluruh unsur SAR gabungan bekerja secara maksimal dengan membagi sektor pencarian agar proses penyisiran lebih efektif. Kami juga terus memperhitungkan faktor cuaca, arah angin, dan arus laut sebagai dasar penentuan area pencarian," kata Muhammad Arif Anwar dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026).

Dalam teknis di lapangan, SRU 1 ditugaskan menyisir sektor pertama seluas 140 mil laut persegi di sekitar perairan Pulau Sabalana dan Pulau Mataalang dengan mengandalkan kapal nelayan setempat. Sementara itu, SRU 2 bergerak menggunakan KN SAR Kamajaya 104 untuk memindai sektor kedua seluas 308 mil laut persegi yang membentang dari perairan Pulau Mataalang hingga ke Selat Makassar.

Berdasarkan data manifes terbaru yang dihimpun per Sabtu (18/7), total penumpang dan kru di atas kapal nahas tersebut berjumlah 78 orang. Hingga sore hari keempat, tercatat 52 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sedangkan satu orang dilaporkan meninggal dunia. Saat ini, tim gabungan masih berupaya keras melacak keberadaan 25 orang lainnya yang statusnya masih dinyatakan hilang.

Operasi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi besar-besaran dari berbagai lini, mulai dari personel Basarnas, TNI AL, TNI AU, BPBD, Polair, Syahbandar, Pos SAR Selayar, hingga bantuan sukarela dari komunitas nelayan lokal. Tim menegaskan operasi akan terus berjalan dinamis mengikuti perkembangan cuaca dan hasil evaluasi berkala di lapangan. (*)