Iran Bergejolak, Washington Disebut Dalang Kerusuhan

By Admin


nusakini.com, Situasi Iran kian memanas. Pemerintah Teheran menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai dalang di balik gelombang protes nasional yang pecah sejak akhir Desember. Ribuan orang ditangkap, hukuman berat disiapkan, sementara aset para pendukung demonstrasi mulai disita.

Kepala Kehakiman Iran Gholam-Hossein Mohseni-Ejei menegaskan negara tak akan memberi toleransi.

“Pekerjaan utama kami di lembaga peradilan terkait perkembangan terbaru baru saja dimulai,” tulis Ejei di platform X, Senin (20/1/2026).

Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan Ejei dengan Presiden Masoud Pezeshkian dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf. Dalam pernyataan bersama yang dirilis 19 Januari 2026, pemerintah menyebut “pelaku pembunuhan dan penghasut terorisme” akan ditindak tegas, sementara demonstran yang dianggap “tertipu kekuatan asing” masih mungkin diberi keringanan.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei turut angkat suara.

“Beberapa ribu orang tewas dalam peristiwa ini,” ujar Khamenei dalam pidato publik, Sabtu (18/1/2026), seraya menuding agen yang berafiliasi dengan kekuatan asing sebagai pihak yang memicu kekerasan.

Ketegangan melonjak setelah mantan Presiden AS Donald Trump menyerukan berakhirnya kekuasaan Iran. Elite Teheran langsung bereaksi keras.

“Setiap penghinaan terhadap Pemimpin Tertinggi adalah pelanggaran garis merah dan akan membawa konsekuensi serius,” tegas Dewan Garda Iran dalam pernyataan resmi, Minggu (19/1/2026).

Sementara itu, pemadaman internet masih diberlakukan luas. Pemerintah berdalih langkah tersebut demi stabilitas nasional, di tengah tudingan bahwa perang informasi asing ikut memperkeruh keadaan. (*)