Gunung Putri, Wisata Matahari Terbit Hingga Kota Cahaya

By Admin


nusakini.com - Warga Bandung khususnya Lembang dan sekitarnya tentu sudah tidak asing lagi dengan Gunung Putri atau lokasi wisata alam yang lebih dikenal dengan nama Geger Bintang Matahari. Gunung Putri yang terletak di Lembang, Kabupten Bandung Barat memiliki pesona alam yang luar biasa indah.

Karena berada di ketinggian 1.587 mdpl, udaranya sejuk dan tidak terlalu dingin sehingga cocok dijadikan lokasi wisata jalan santai maupun berkemah. Biaya masuknya tergolong terjangkau, cukup dengan membayar Rp 17.500 untuk berkemah dan Rp 7.500 untuk sekadar berjalan-jalan dan menikmati pemandangan.

Di sana, Anda dapat menyaksikan pesona cahaya lampu kota Bandung dan sekitarnya. Pada malam hari, kerlip bintang, serta pesona mathari terbit dan terbenam yang indah hanya dengan 15 menit mendaki.

Gunung Putri berada di kawasan hutan yang dikelola Perum Perhutani RPH Lembang, tepatnya di kampung Gunung Putri, Desa Jaya Giri, Lembang. Sebelum diresmikan pada 28 juni 2016, Gunung Putri hanyalah tempat berkemah dan olahraga tanpa pengawasan dan pengelolaan.

Sekarang, setelah diresmikan menjadi tempat wisata yang lebih tertata, keasriannya tetap terjaga dan bebas dari sampah. Para pengunjung pun bisa beraktivitas dengan nyaman dan aman.

Iwan Siswadi (45), petugas Perum Perhutani yang berada di lokasi menyatakan, “Saya membuat pemuda karang taruna di desa ini menjadi produktif dengan mengajarinya cara mengelola uang dan kegiatan positif seperti memperhatikan kebersihan di Gunung Putri dan memberlakukan pemagian shift malam di area perkemahan agar aman. Kami takut kalau ada yang sakit. Dengan begitu, jadi cepat penanganannya”.

Adanya pengelolaan resmi dari perhutani membuat lokasi wisata itu mampu membantu pembangunan daerah di sekitarnya.

Sekarang, Gunung Putri tidak seseram yang sebelumnya. Akses menuju tugu puncak Gunung Putri sudah dilengkapi lampu penerangan dan bangku yang rapi bagi wisatawan untuk menikmati pemandangan.

Dibalut udara sejuk dan hamparan pohon pinus, Anda dapat melihat patahan Lembang dengan jelas di bagian barat gunung dan hamparan bukit indah sekitar Bandung.

Pada pagi hari, Anda akan merasakan sensasi berada di atas ketinggian awan kota Bandung dan mendapati pemandangan matahari terbit memukau. Sore dan malam harinya, Anda dapat menikmati senja dan pemandangan cahaya kota bandung serta bintang yang bertaburan di langit.

Selain keindahan alamnya, Gunung putri memiliki sarana wisata edukasi dan tempat menarik untuk berfoto. Di bagian utara Gunung Putri, Anda dapat melihat hamparan bukit yang membentang luas dengan pohon pinus yang unik karena bentuk batangnya tak beraturan.

Wisatawan menyebutnya kayu bengkok karena bentuknya tersebut. Kawasan itu sering dijadikan tempat favorit untuk berfoto dan berkemah oleh para pengunjung.

Ada pula tempat berfoto favorit pengunjung yang terkenal dengan kisah mistis dan sejarahnya yaitu benteng peninggalan Belanda. Benteng tersebut terletak di puncak utara Gunung Putri. Benteng itu dibangun sekitar tahun 1913 dengan tujuan sebagai lokasi pertahanan bangsa Belanda pada zamannya.

Tempat lainnya yang menarik untuk dijadikan ”pasar swafoto” ada di puncak Gunung Putri. Lokasi bernama Puncak tugu itu merupakan tempat tertinggi di kawasan Gunung Putri.

Di sana terdapat tugu di atas awan halus yang sangat menarik untuk dijadikan tempat berfoto atau sekadar menikmati pesona alam.

Dari titik tertinggi di Gunung Putri, kita bisa melihat Gunung Bukit Tunggul yang menjulang di timur. Gunung Manglayang, Gede Pangrango, Gunung Ciremai, Gunung Cikurai, Gunung Tilu. Ada pula Gunung Rakutak yang terlihat samar di selatan. Sementara di Barat, Gunung Tangkubanparahu terlihat gagah bersebelahan dengan Gunung Burangrang.

Menariknya lagi, kawasan Gunung Putri memiliki jalur untuk sepeda motor trail dan mobil offroad namun tidak sampai memasuki area perkemahan karena dapat mengganggu pengunjung yang berkemah.

Untuk sampai ke Gunung Putri, dari Kota Bandung bisa mengambil jalur Jalan Setiabudi hingga Lembang. Bisa juga menggunakan jalan alternatif via Ciumbuleuit atau Dago yang kemudian melewati Punclut, Cijeruk, hingga pasar Lembang.

Jika mengambil jalur Setiabudi, kondisi lalu lintas lebih padat karena melewati deretan factory outlet dan pusat perbelanjaan.

Sementara, jika melewati rute Ciumbuleuit dan Dago, kondisi jalannya agak menanjak dan sempit tetapi udaranya lebih segar karena banyak pepohonan di tepi jalan. Jika lelah, di sepanjang jalannya terdapat para penjual makanan seperti nasi timbel, ayam bakar, ikan goreng, lalap, sambal, dan lain-lain.

Sesampainya di Pasar Lembang, teruslah ke arah ke Gunung Tangkubanparahu atau Subang. Sekitar 2,5 km dari perempatan pasar Lembang, setelah jalan menurun dan likungan yang agak menukik, di sebelah kiri, terdapat jalanan kecil dengan plang penanda Jalan Gunung Putri. Lewat jalan itu, Anda bisa memasuki kawasan Kampung Gunung Putri, Desa Jayagiri, Lembang.

Untuk sampai ke lokasi wisata, bisa menggunakan ojek atau dengan kendaraan pribadi. Dengan terus menanjak, akan terlihat pemandangan perkebunan yang hijau. Kawasan Kampung Gunung Putri merupakan lahan perkebunan dan peternakan. Di sepanjang jalan, Anda bisa melihat perkebunan kol, waluh, tomat, dan jenis sayuran lainnya. Tak sedikit juga tedapat kandang-kandang sapi perah di sepanjang jalan.

Dengan waktu tempuh sekitar 30 menit, Anda akan sampai di perbatasan jalan aspal dan berbatu. Dari situ, Anda bisa memarkirkan kendaraan, membeli tiket di pos yang telah di sediakan, dan bersiap berjalan ke Tugu Gunung Putri. Waktu perjalanan tidak sampai 20 menit untuk sampai ke puncak.

Untuk yang ingin ke sana menggunakan kendaraan umum dari Kota Bandung, Anda dapat menggunakan angkot jurusan Stasiun Hall-Lembang dengan waktu tempuh sekitar 20 menit hingga 1 jam dengan ongkos Rp 10.000. Sesampainya di perempatan menuju pasar Lembang.

Perjalanan dilanjutkan lagi dengan angkot berwarna kuning ke arah Tangkubanparahu atau Subang dengan biaya Rp 2. 000-5000. Terakhir, dari jalan raya menuju pos untuk membeli tiket masuk kawasan wisata, Anda bisa menggunakan ojek dengan biaya Rp 10.000. (p/mk)