Wagub Rano Cek Kesiapan Fasilitas RDF Plant Rorotan
By Admin
nusakini.com, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno meninjau fasilitas pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (DRF) Plant Rorotan, Jakarta Utara, Selasa (25/2).
Dalam kunjungannya, Rano didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Marullah Matali; Plt Asisten Perekonomian dan Keuangan (Asperkeu) Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati; Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Asep Kuswanto dan Anggota DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah.
Kunjungan dilakukan untuk menindaklanjuti aduan warga terkait bau yang ditimbulkan dari operasional RDF Plant Rorotan. Sekitar 30 menit, Rano Karno tampak melihat proses pengolahan sampah menjadi bahan bakar.
"Kami tahu adanya permasalahan bau yang ditimbulkan dari RDF Plant Rorotan. Itu pun saya tanya kepada Pak Kadis, ternyata ada beberapa mesin sudah terpasang, tapi jujur saja ini tempat baru, jadi masih trial. Alhamdulillah, hari ini saya tidak mencium, tapi kalau di dalam, bau itu pasti," ujar Rano.
Ia mengungkapkan, Pemprov DKI akan terus melakukan perbaikan agar sempurna sehingga bulan April mendatang bisa diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
"Saya juga sudah meminta kepada Pak Sekda agar jalan di depan RDF Plant diperbesar agar pergerakan truk sampah yang masuk tidak terganggu. Ternyata sudah perencanaan sehingga nanti akan ada dua jalur jalan," ungkapnya.
Ia menuturkan, jika sampah tidak menimbulkan bau memang secara logika tidak mungkin.
”Pasti ada. Saya mohon maaf inilah mungkin kita dididik kalau sampah pasti bau," tuturnya.
Rano menjelaskan, volume sampah di Jakarta mencapai hampir 8.000 ton setiap hari. RDF Plant Rorotan mampu mengolah sampah sekitar 2.500 ton per hari. Selain itu, TPA Bantargebang juga memiliki fasilitas serupa dengan kapasitas 1.000 ton per hari.
"Makanya semua sistem harus dikreasikan. Kalau ingin menyelesaikan masalah sampah, Jakarta harus punya tiga RDF. Sementara masalah bau yang ditimbulkan tidak bisa dijamin karena tergantung angin. Tapi jika kita tidak melakukan ini, masalah sampah tidak akan selesai," jelasnya.
Rano menambahkan, warga sekitar yang mengeluhkan bau juga sudah datang ke RDF Plant Rorotan serta sudah diberikan penjelasan.
"Mudah-mudahan warga akan paham dan inilah salah satu cara usaha Jakarta menyelesaikan problem utama, yaitu sampah, banjir, dan kemiskinan kota. Kami tidak boleh capek menyosialisasikan karena itulah tugas pemerintah daerah," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto memaparkan, bau yang ditimbulkan disebabkan alat deodorizer yang terpasang di RDF Plant Rorotan belum berfungsi secara sempurna, tidak ada cairan penghilang bau, dan bakteri WWTP untuk mengurai limbah belum bertumbuh. Selain itu pengisian dari karbon aktif masih berproses. Termasuk juga terhadap cerobong asap.
"Dinas LH DKI juga memasang alat stasiun pemantau kualitas udara di areal RDF Plant Rorotan dan satu lagi di daerah sekitar. Kami transparan terhadap laporan nilai kualitas udara yang memang bisa dilihat warga Rorotan," jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya tidak memberikan dana kompensasi bagi warga akibat bau yang ditimbulkan dari RDF Plant Rorotan seperti di TPA Bantergebang.
"Kami tidak memberikan dana kompensasi mengingat sampah yang diolah di Rorotan berasal dari Jakarta " tandasnya. (*)