UPRI Makassar Gelar Dies Natalis dan Wisuda Sarjana

By Admin


nusakini.com - MakassarUniversitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar menggelar Dies Natalis dan Wisuda Sarjana, tahun Akademik 2021/2022 di Hotel Claro Makassar, Senin (17/12022). Dalam acara ini ada sekitar 320 sarjana baru yang diwisuda UPRI Makassar. 

Hadir dalam acara tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara, Drs Andi Lukman, M. Si, Ketua Umum IKA UPRI Makassar, yang juga anggota DPR RI, Dr. H Muh Aras, S.Pd., MM, Ketua YPTKD Dra Halijah Nur Tinri, M.Si, dan Rektor UPRI M. Darwis Nur Tinri, S.Sos., M.Si beserta jajarannya, Ketua dan anggota Senat UPRI, para orang tua wisudawan/i, dan beberapa Rektor Universitas/institute yang ada di Kota Makassar.

Pada kesempatan ini, dalam sambutannya Kepala LLDIKTI Wil IX Sultan Batara, menyampaikan pentingnya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kegiatan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka.

“Kampus Merdeka pada dasarnya menjadi sebuah konsep baru yang membiarkan mahasiswa mendapatkan kemerdekaan belajar di perguruan tinggi. Dalam penerapannya, konsep ini nantinya mahasiswa akan diberikan keleluasaan selama dua semester pada program belajarnya untuk melakukan kegiatan di luar kelas”, ujarnya. 

Sementara itu, Rektor UPRI M. Darwis Nur Tinri, S.Sos., M.Si mengatakan, akan melalukan perbaikan-perbaikan fasilitas sarana dan prasarana kampus UPRI dan juga pengembangan pembukaan S2 yang juga mengarah pada Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), penambahan Program Studi (Prodi) Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Dan dalam acara wisuda tersebut juga digelar orasi ilmiah oleh DR Arlin Adam, SKM, M.Si yang mengangkat tema “Vaksinasi Sosial Pandemi Covid-19.

Menurut Dr. Arlin Adam, istilah vaksinasi dalam dinamika kehidupan masyarakat saat ini sangatlah familiar, karena sekarang masyarakat diperhadapkan dengan situasi pandemic Covid-19 yang telah menciptakan rantai krisis yang panjang dengan pengaruh yang bersifat resiprokal.

Rantai krisis dimulai dari krisis kesehatan (kesakitan dan kematian). Menimbulkan krisis ekonomi (PHK/kemiskinan), krisis ekonomi memproduksi krisis kemanusiaan dan sosial (konflik/diskriminasi), dan pada akhirnya akan terakumulasi menjadi krisis politik (ketidak percayaan terhadap negara) yang telah menjungkir balikkan kesombongan manusia akan penguasaan alam, kemampuan teknologi sebagai perkakas pemenuhan kebutuhan. Bahkan mematahkan semua dalil-dalil ilmu pengetahuan dalam memahami, menjelaskan, menafsirkan dan masa depan ummat manusia,” jelas Dr. Arlin.

Selain itu, Dr Arlin juga mengatakan vaksinasi sosial adalah konsep baru yang membutuhkan landasan paradigmatik supaya konsep ini mengalami perdebatan dalam Diskursus ilmiah menuju kesempurnaan ide/gagasan dan pada saat bersamaan landasan paradigmatik menjadi logical-frame dalam desain pengembangan kerangka kerja untuk operasionalisasi vaksinasi sosial secara konkret dilapangan.

Secara epistemologi, elaborasi konsep vaksinasi sosial menggunakan tradisi berfikir positivistik yang mengakui kebenaran bersifat rasional, emprik, inderawi, dan obyektif yang berarti bahwa fenomena pandemic Covid-19 sebagai realitas sosial yang terukur dan dapat dikalkulasi dengan tingkat presisi yang tinggi,” paparnya.

Gelaran wisuda ini berjalan lancar dan sangat meriah, terlihat Ketua Yayasan Dra. Halijah Nur Tinri turut bebaur dengan wisudawan/i, dalam suka cita. (Hd)