Ujian Transparansi Peradilan Militer dalam Kasus Kekerasan terhadap Aktivis

By Admin


Andrie Yunus/ Ig
nusakini.com, Kasus dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS membuka kembali diskursus tentang transparansi dalam sistem peradilan militer.

Dalam beberapa waktu terakhir, kritik terhadap mekanisme ini kerap muncul, terutama ketika perkara melibatkan aparat. Perbedaan narasi antara aparat penegak hukum dan kelompok masyarakat sipil dalam kasus ini menunjukkan adanya kesenjangan persepsi yang signifikan.

Di satu sisi, aparat menyampaikan bahwa motif yang terungkap bersifat personal. Namun di sisi lain, temuan tim advokasi sipil mengarah pada dugaan tindakan yang lebih terstruktur. Perbedaan ini menjadi penting karena berimplikasi pada arah pembuktian dan akuntabilitas.

Isu lain yang mencuat adalah keterbukaan informasi. Minimnya eksposur terhadap tersangka dan proses yang berlangsung memicu pertanyaan publik tentang sejauh mana transparansi dijalankan.

Ke depan, kasus ini dapat menjadi indikator penting bagi reformasi sistem peradilan militer, khususnya dalam memastikan prinsip akuntabilitas dan keterbukaan tetap terjaga tanpa mengganggu independensi proses hukum. (*)