Nusakini.com--Sukabumi--Tim Humas Kesekjenan dan Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) berkesempatan mengunjungi tempat penanaman sayur pakcoy, secara hidroponik. Green House ini terletak di Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kunjungan bersama wartawan media tv, cetak dan daring ini dilakukan pada 29 Mei 2019.

Sayur pakcoy hidroponik ini nampak tumbuh rimbun subur, di sepanjang pipa panjang yang dilubangi. Pipa tersebut digenangi air sampai setengah bagian. Lalu bagian yang berlubang menjadi tempat bercokolnya tiap rumpun pakcoy. 

Penanaman pakcoy, yang kerap disebut juga sebagai sawi manis, sawi sendok atau sawi daging ini, dilakukan secara hidroponik di Green House. Ini menjadikan sayuran tersebut ditanam di media bukan tanah. Selama ini pakcoy biasa ditanam di tanah yang banyak unsur hara serta harus mendapat sinar matahari yang cukup.

Nyatanya, pakcoy bisa ditanam dengan cara hidroponik, tidak di tanah. Untuk menjaga agar sinar matahari cukup, konsep Green House berbentuk kubah diterapkan. Teknologi tertentu pada kubah inilah yang memastikan pakcoy di sini mendapatkan sinar matahari yang sesuai. Kubah ini juga memastikan suhu yang ideal agar pakcoy bisa berkembang maksimal.

Sesudah ditanam selama 25 hari, sayuran bergizi ini siap panen. Harganya lumayan menjanjikan bagi sang petani. Setengah kilogram pakcoy dijual Rp 15 ribu ke restoran-restoran langganan. 

Mengingatkan kandungan gizi yang menyehatkan serta nilai ekonomi yang cukup tinggi, tidaklah mengherankan jika para petani horti semakin antusias bertanam pakcoy.(Tami)