Terombang-ambing Empat Hari di Laut Selayar, Lima Penyintas KM Nurul Salsa Berhasil Dievakuasi

By Admin


Tim Basarnas
nusakini.com, Makassar — Lima penumpang KM Nurul Salsa berhasil diselamatkan oleh tim nelayan lokal setelah empat hari terombang-ambing di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Proses evakuasi yang berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026, tersebut mengakhiri masa kritis para korban yang bertahan hidup dengan alat seadanya di tengah cuaca ekstrem.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari para penyintas dan otoritas setempat, musibah bermula saat kapal motor yang mereka tumpangi dihantam gelombang tinggi setinggi kurang lebih tiga meter di perairan barat Pulau Polassi pada Rabu, 15 Juli 2026. Cuaca buruk yang melanda kawasan tersebut menyebabkan kapal tenggelam dan memaksa tujuh penumpang melompat ke laut demi menyelamatkan diri menggunakan selembar papan gabus berukuran 1,5 meter.

Dalam upaya bertahan hidup di tengah lautan, dua dari tujuh penumpang dilaporkan meninggal dunia dan hilang. Seorang penumpang pria bernama Hasbi (41) terseret arus setelah terlepas dari pegangan akibat hantaman ombak besar. Sementara itu, sang istri, Malida (31), menghembuskan napas terakhir pada hari ketiga akibat kelelahan ekstrem.

Upaya penyelamatan akhirnya membuahkan hasil pada Sabtu sore sekitar pukul 17.00 WITA di sekitar perairan Pulau Matallang, Kepulauan Sabalana. Para korban menarik perhatian awak KMN Sinar Mattoanging 04 dengan memantulkan sinar matahari memanfaatkan cermin kecil hingga kapal nelayan tersebut memutar haluan untuk melakukan pertolongan.

Adapun lima korban selamat yang saat ini tengah mendapat perawatan medis yakni Sitti Amang (55), Andi Samad (62), Bau Asseng (23), Sri Ardita (17), serta seorang anak berusia tujuh tahun bernama Diska Yanti. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendataan dan pemantauan kondisi kesehatan seluruh korban selamat. (*)