Siswi SD Ditemukan Meninggal di Rumah Kosong, Polisi Dalami Penyebab Kematian
By Admin

Ilustrasi
nusakini.com, Makassar, Rabu 27 Mei 2026 — Warga Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, digemparkan dengan penemuan jasad seorang siswi sekolah dasar berinisial NU (12) di sebuah rumah kosong di Jalan Sultan Abdullah I, Rabu pagi.
Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam bangunan terbengkalai sekitar pukul 05.00 Wita. Penemuan tersebut bermula saat seorang warga bernama Kevin memasuki rumah kosong tersebut dan melihat tubuh korban tergeletak di salah satu sudut ruangan.
“Awalnya saya kira boneka. Setelah saya lihat lebih dekat ternyata seorang anak perempuan,” kata Kevin kepada warga di lokasi.
Temuan itu segera dilaporkan kepada warga dan aparat kepolisian. Petugas Polsek Tallo kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi di area sekitar bangunan.
Ayah korban, Syarifuddin (54), mengatakan putrinya dilaporkan belum pulang sejak Selasa malam, 26 Mei 2026, sekitar pukul 22.00 Wita. Keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian hingga dini hari.
“Kami cari ke rumah teman-temannya dan sekitar lingkungan, termasuk area dekat rumah kosong itu,” ujar Syarifuddin.
Menurut keluarga, lokasi penemuan sempat beberapa kali dilalui warga saat pencarian berlangsung. Namun keberadaan korban baru diketahui setelah jasad ditemukan pada pagi hari.
Kapolsek Tallo Asfada membenarkan adanya laporan penemuan jasad anak di bawah umur tersebut. Ia menyebut polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan forensik untuk memastikan penyebab kematian korban.
“Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan pendalaman. Semua kemungkinan masih didalami,” kata Asfada.
Jenazah korban telah dievakuasi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi mengimbau masyarakat tidak berspekulasi terkait kasus tersebut dan menunggu hasil penyelidikan resmi.
Peristiwa itu memunculkan kekhawatiran warga terhadap keberadaan rumah kosong yang dinilai rawan dan minim pengawasan. Sejumlah warga meminta pemerintah setempat melakukan pendataan terhadap bangunan terbengkalai serta meningkatkan patroli keamanan lingkungan. (*)