Ribuan Warga Padati Velodrom, Gubernur DKI Buka Festival Olahraga Rakyat

By Admin


Dok. Pemprov DKI

nusakini.com, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sukses menyelenggarakan Festival Olahraga Rakyat (FOR) yang melibatkan partisipasi besar dari masyarakat lintas usia. Acara berskala masif tersebut secara resmi dibuka pada hari Minggu (4/10) berlokasi di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan langsung kegiatan ini dengan menekan tombol sirine sebagai penanda dimulainya rangkaian perlombaan. Dalam prosesi peresmian tersebut, beliau didampingi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Andri Yansyah, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin, serta Ketua KORMI DKI Diana Dewi.

Antusiasme publik sangat terlihat dari total pendaftar yang dilaporkan mencapai angka 10.000 peserta. Massa yang memadati area perlombaan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar tingkat sekolah dasar hingga masyarakat umum.

Berdasarkan pandangan Gubernur, tingginya angka partisipasi warga ini menjadi indikator positif bagi stabilitas dan kenyamanan ibu kota. Beliau juga menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai pusat dari berbagai perhelatan besar berskala nasional.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus KORMI. Pemerintah DKI Jakarta mendukung sepenuhnya kegiatan ini," ungkap Pramono di hadapan para peserta.

Ajang ini sekaligus menjadi langkah awal bagi Jakarta untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi rekreasi tingkat nasional. Pemerintah menargetkan wilayahnya mampu merebut gelar juara umum pada Festival Olahraga Rakyat Nasional (Fornas) yang dijadwalkan berlangsung di Palu pada tahun 2027 mendatang.

Kepala Dispora DKI Jakarta, Andri Yansyah, merinci bahwa festival kali ini mempertandingkan enam cabang olahraga yang beragam. Cabang tersebut meliputi kompetisi drum band dengan 2.500 peserta, senam kreasi, senam aerobik, olahraga tradisional, hingga sepak bola jalanan atau street soccer.

Khusus untuk kategori olahraga tradisional, pihak penyelenggara menyiapkan sepuluh nomor perlombaan yang disesuaikan dengan tingkatan pendidikan pelajar. Anak-anak tingkat SD berkompetisi dalam lomba bola gebok dan terompah pendek, sementara siswa jenjang menengah diuji ketangkasannya melalui lomba sumpitan hingga lari balok.

Seluruh perlombaan ini tidak hanya mengejar kemenangan semata, melainkan juga bentuk pelestarian budaya lokal di tengah modernisasi perkotaan. "Para pemenang akan mendapatkan hadiah berupa piala dan sertifikat untuk juara 1, 2, 3 dan sejumlah uang pembinaan," kata Andri menegaskan. (*)