Pramuka Jateng Bersholawat, Habib Syech : Saya Dulu Anggota Pramuka

By Abdi Satria


nusakini.com-Surakarta– Lantunan bait selawat kepada Nabi Muhammad, menggema di kediaman Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf, Jumat (3/12/2021) malam. Dibalut dalam tema Pramuka Jateng Bersholawat, kegiatan itu berlangsung khidmat sekaligus akrab. Terlebih, saat Habib Syech bercerita pengalamannya pernah menjadi anggota Praja Muda Karana.

Mengambil tempat di Gedung Bustanul Asyiqin Majelis Ahbaabul Mustofa, Semanggi, Pasar Kliwon, acara itu tetap menjalankan protokol kesehatan. Kegiatan itu dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah yang juga Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Pramuka Jateng Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, dan Ketua Kwarda Pramuka Jateng Atikoh Ganjar Pranowo.

Hadir pula Ketua MUI Jateng Ahmad Darodji, dan Pengasuh Ponpes Al Falah Sukoharjo KH Sri Setyo.

Pada platform maya, selain melalui zoom, acara itu dapat disimak pada laman Youtube Pemprov Jateng. Tercatat, 13 ribu kali, siaran langsung tersebut ditonton oleh warga maupun Syecher Mania.

Habib Syech mengisahkan, sejak sekolah dasar ia aktif ikut dalam gerakan Pramuka. Menurutnya, kegiatan itu bisa menumbuhkan jiwa disiplin dan kepemimpinan.

“Saya SD, SMP, SMA ikut pramuka. Pramuka itu luar biasa, masak sendiri terus cari jejak. Yang lain cari jejak tak tinggal turu (saya tinggal tidur),” kenang Habib Syech yang diikuti gelak tawa hadirin.

Untuk itu, ia mengajak agar gerakan ini terus digalakkan, meski ada anggapan, pramuka kini tergerus oleh zaman. Padahal, gerakan Pramuka terus berkembang sesuai perkembangan teknologi.

“Sekarang Pramuka seakan-akan kendor. Mari kita bangkitkan Pramuka di sekolah-sekolah kita. Pramuka, sekarang dianggap bukan zamannya, sekarang zamannya zaman HP (handphone),” paparnya.

Pada kesempatan itu, Habib Syech juga berdoa agar Jawa Tengah dijauhkan dari segala bencana. Termasuk, terhindar dari penularan varian baru Covid-19 “Omicron”.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi hal tersebut. Menurutnya, gerakan Pramuka dapat menjadi pionir dalam kampanye protokol kesehatan.

Selain itu, gerakan ini juga mampu mendorong inovasi untuk menggerakkan sektor ekonomi.

“Saya terima kasih sama Habib Syech. Sudah lama sekali kita tak selawat (bersama). Pesannya sama agar jaga protokol kesehatan, Pramuka bisa menjadi pendorong inovasi dan membangkitkan ekonomi. Kita bisa beri contoh baik,” tuturnya.

Dikatakan Ganjar, ikhtiar untuk menangkal Covid-19 telah dilakukan oleh pemerintah dengan dukungan masyarakat. Di samping usaha lahiriah, pihaknya juga terus menggandeng ulama untuk memberikan wejangan dan doa untuk keselamatan negeri.

“Tadi sudah diberikan sama habib syech agar mereka bisa terus semangat sambil terus berdoa. Kita sudah berkali-kali sama Habib Syech. Makanya kita pakai hasduk,” urai Ganjar.

Pengurus Dewan Kerja Cabang (DKC) Surakarta Anas Zanuar, mengaku senang sekaligus bangga mendengar kisah Habib Syech yang pernah ikut Pramuka. Menurutnya, hal itu menjadi penyemangat tersendiri.

“Tidak menyangka, Habib Syech yang seorang ulama besar pernah ikut Pramuka dan menceritakan pengalamannya tadi. Bangga,” pungkasnya. (rls)