Perusahaan yang Mengirimkan Astronot Cina Dikritisi karena Diduga Melakukan Tindak Kekerasan kepada Ilmuwannya

By Nad

nusakini.com - Internasional - Pemerintahan Cina merayakan keberhasilan perjalanan luar angkasa pertama di luar stasiun ruang angkasa Tiangong, namun warga Cina lebih berfokus pada ketua perusahaan luar angkasa yang mengirim tiga astronot ke Tiangong dua minggu lalu.

Perusahaan milik negara China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) sedang menghadapi kritik besar-besaran setelah sebuah berita mengenai salah satu eksekutifnya diduga melakukan tindak kekerasan kepada dua ilmuwan luar angkasa, salah satunya seorang wanita berusia 85 tahun.

Kasus kekerasan yang terjadi pada awal bulan Juni, mulai diketahui oleh warga saat pemberitaan dari media negara China News Weekly melaporkannya. Para pemimpin Cina berkali-kali menekankan pentingnya inovasi sains dan teknologi, mereka menyebutnya sebagai "medan perang utama" dalam kompetisi dengan negara Barat. Presiden Xi Jinping sendiri menyatakan ilmuwan negara adalah "harta karus nasional, kebanggaan rakyat dan kemuliaan nasional."

Namun fakta yang menunjukkan dua ilmuwan Cina bisa diinjak-injak oleh anggota Partai Komunis yang tidak dihukum dan bisa pergi bekerja setalah melakukan kekerasan seperti tidak terjadi apa-apa, telah membuat rakyat Cina marah dan kecewa serta malu.

Melalui laporan terkait, Zhang Tao, sekretaris Partai Komunis, dan direktur China Aerospace Investment and Holdings, cabang kantor investasi CASC, menyerang dua ilmuwan setelah mereka menolak permintaannya untuk direkomendasikan sebagai anggota Akademi Astronot Internasional, sebuah kelompok non-pemerintah yang berada di Stockholm.

Wu Meirong, 85, menderita tulang belakang patah, sedangkan Wang Jinnian yang berusia 55 tahun mengalami beberapa tulang rusak patah dan cedera jaringan di seluruh tubuhnya. Keduanya dirawat di rumah sakit selama satu bulan setelah penyerangan, sedangkan Zhang tetap bebas pergi bekerja seperti biasanya.

Panggilan telepon ke kantor China Aerospace Investment Holdings yang dilakukan oleh para wartawan tidak pernah dijawab sama sekali.

Di media sosial Cina, banyak yang mempertanyakan kenapa peristiwa ini disembunyikan dari publik selama berminggu-minggu dan kenapa Zhang terlihat tidak mendapatkan konsekuensi sama sekali dari perbuatannya.

Di Weibo, media sosial yang paling sering digunakan, pengguna membanjiri akun resmi CASC dengan komentar-komentar penuh amarah dan menuntut jawaban dari kekerasan yang dilakukan Zhang. Sebuah tagar terkait peristiwa ini sudah dilihat sebanyak 130 juta kali.

Di tengah tekanan yang semakin meningkat, CASC menyampaikan pernyataan pendek pada hari Minggu (4/7) sore, dimana mereka mengakui Zhang telah melakukan kekerasan setelah "konsumsi alkohol" dan mengumumkan pemecatannya. Mereka tidak menjelaskan alasan dari penyerangan atau menunjukkan detil kejadian, hanya mengatakan bahwa CASC telah membentuk tim penyelidikan dan berjanji akan "menghadapinya dengan serius berdasarkan hasil investigasi."

Pernyataan ini gagal meredakan amarah masyarakat. Satu komentar dalam pernyataan CASC yang diunggah di Weibo mempertanyakan kenapa CASC baru memutuskan untuk memecat Zhang satu bulan setelah kejadian, dan setelah masyarakat marah. Komentar ini mendapatkan puluhan ribu tanda "suka" dari pengguna lainnya.

CASC dan Partai Komunis Cina belum mengumumkan pernyataan lanjutan di tengah kemarahan warga.