Penolakan Hizbullah Bayangi Rencana Pertemuan Lebanon–Israel di AS

By Admin


Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem
nusakini.com, Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menolak rencana pertemuan antara perwakilan pemerintah Lebanon dan Israel yang dijadwalkan berlangsung di Washington DC pada Selasa, 14 April 2026 waktu setempat.

Pertemuan tersebut direncanakan melibatkan duta besar kedua negara di Amerika Serikat untuk membahas kemungkinan pembukaan negosiasi langsung.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi, Qassem menyebut rencana dialog itu tidak relevan di tengah peningkatan operasi militer Israel di wilayah Lebanon. Ia menilai agenda perundingan diduga memiliki tujuan untuk melemahkan Hizbullah.

Menurut Qassem, pernyataan Benjamin Netanyahu sebelumnya menunjukkan bahwa salah satu sasaran negosiasi adalah pelucutan senjata kelompok tersebut.

Di sisi lain, pemerintah Lebanon menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan gencatan senjata tetap terjaga. Sementara itu, pemerintah Israel menyampaikan keinginan membuka pembicaraan damai formal.

Pada akhir pekan sebelumnya, demonstrasi juga terjadi di Beirut. Sejumlah warga menyuarakan penolakan terhadap rencana dialog dengan Israel di tengah operasi militer yang masih berlangsung.

Gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah diketahui mulai berlaku sejak November 2024. Namun, menurut sejumlah laporan, serangan militer Israel masih terjadi di beberapa wilayah Lebanon. (*)