Penerimaan Sektor Tambang Melonjak, Target PNBP 2026 Diprediksi Surplus

By Admin


Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

nusakini.com, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat adanya lonjakan nilai ekspor batu bara nasional sepanjang tahun ini. Peningkatan ini terjadi meski volume produksi justru mengalami penyusutan.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, nilai ekspor batu bara mencapai US$ 23,71 miliar periode Januari hingga September 2026. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang berada di angka US$ 21 miliar.

Laporan ini disampaikan langsung di hadapan Presiden Prabowo dalam agenda Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Adapun rekaman pertemuan tersebut baru dipublikasikan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (23/10/2026).

Berdasarkan paparan tersebut, volume ekspor batu bara menyusut dari 374 juta ton pada 2025 menjadi 343 juta ton pada 2026. Namun, penurunan volume ini nyatanya tidak menggerus potensi penerimaan negara.

"Jadi barang produksi turun, pendapatan naik," ujar Bahlil dalam laporannya.

Di sisi lain, sektor nikel juga menunjukkan performa positif dengan nilai ekspor mencapai US$ 24,55 miliar dari Januari hingga Agustus 2026. Pencapaian ini diharapkan mampu menopang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor mineral dan batu bara.

Pemerintah menargetkan PNBP sektor ini bisa mencapai Rp 165 triliun pada akhir 2026. "Target kita nanti untuk membantu Menteri Keuangan dalam rangka menambal defisit terhadap subsidi BBM," jelas Bahlil. (*)