Pelukis Mural Percantik Terowongan Jalan Kendal

By Al


nusakini.com - Jakarta - Sebanyak 10 pelukis mural mempercantik terowongan Jalan Kendal, Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Menggunakan media dinding terowongan Jalan Kendal berukuran 13x3 meter persegi, mereka melukis berbagai objek yang bertemakan Wajah Baru Jakarta.

Kepala Bagian Kerjasama Biro Tata Pemerintahan DKI Jakarta, Marulina Dewi mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya Pemprov DKI dalam menciptakan ruang-ruang publik Ibukota yang ikonik, kekinian, menarik perhatian, dan memberikan pengalaman baru bagi warganya.

"Ini wujud City 4.0 yang diterapkan oleh Pemprov DKI Jakarta di mana ruang-ruang publik yang ada di Jakarta dibuat art, eye catching berkolaborasi dengan berbagai mitra," ujarnya

Dewi menjelaskan, lukisan mural ini merepresentasikan wajah baru kota Jakarta di usianya ke-492, bukan hanya pembangunan infrastruktur dan transportasi tapi juga pariwisata dan kebudayaannya.

"Itu semua sudah tergambar di sini. Ada ikon Jakarta seperti elang bondol, rusa tutul, ondel-ondel, Monas dan lain-lain. Hal seperti ini bisa menimbulkan keingintahuan masyarakat, sehingga bisa datang ke lokasi-lokasi yang tergambar di mural tersebut," terangnya.

Menurutnya, kehadiran mural ini bisa menjadi ruang ketiga bagi warga Jakarta di tengah kesibukan dan hiruk pikuk Ibukota.

"Dalam aktivitas warga yang sangat padat dan selalu tergesa-gesa tapi dengan adanya ini mereka bisa melihat sesuatu yang bisa bikin mereka rileks," ungkapnya.

Sementara, Founder Imural, Gabe Purnawan mengatakan, pelukis mural yang terlibat dalam kegiatan ini tidak semua anggota Imural, tapi juga menggandeng pengikutnya di media sosial Instagram.

"Kami ingin menyalurkan bakat seni dan kreativitas di ruang-ruang publik. Sesuai dengan tagline kami We Believe Art Gives Space Meaning, kami ingin membuat orang-orang untuk menorehkan karya seni dan mengajak volunteer untuk ikut bergabung," ucapnya.

Gabe menjelaskan, proses konsep desain sampai dengan pengimplementasian berlangsung selama dua minggu. Tone warna, perspektif dan komposisi, sampai pesan yang ingin disampikan kepada masyarakat menjadi perhatian khusus para pelukis.

"Seminggu untuk desain dan pengonsepan, melukisnya juga satu pekan, saat ini tunggal penyempurnaan saja. Gambar ini bisa bertahan sampai lima tahun ke depan, jadi tidak cuma sekadar gambar," tandasnya.