Olahan Hortikultura Berikan Nilai Tambah Produk

By Ahmad Rajendra


Nusakini.com--Jakarta--Tingkat kesegaran, gampak rusak, melimpah saat musim panen merupakan hal penting yang mempengaruhi nilai ekonomis produk hortikultura. Inilah pentingnya upaya pengolahan hasil hortikultura sebagai salah satu upaya dalam memberikan nilai tambah dan memperpanjang masa simpan produk.  

“Pengembangan pengolahan hasil hortikultura penting diperhatikan dan diarahkan untuk meningkatkan mutu dan nilai tambah. Selain itu efisiensi produk, upaya menghasilkan produk aman konsumsi dan ramah lingkungan perlu disinergikan dengan pengembangan agro industri berbasis kelompok masyarakat," ungkap Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Yasid Taufik.

Pengolahan hortikultura, kata Yasid, merupakan salah satu upaya penyelamatan hasil saat panen melimpah dan harga jatuh. Jadi, perlu kreativitas dan inovasi dalam mendiversifikasi produk olahan.

Untuk mendukung kemajuan usaha pengolahan cabai, bawang dan produk hortikultura lainnya di sentra kawasan produksi hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura melakukan pembinaan pengolahan hasil yang salah satu kegiatannya berupa Workshop Pelaku Usaha Olahan Hortikultura yang ditujukan untuk pelaku usaha maupun kelompok masyarakat lainnya yang berada di wilayah Malang Raya dan lingkup Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten dan DKI Jakarta. Tujuan workshop adalah untuk meningkatkan kompetensi pelaku usaha sehingga harga jual produk meningkat dan lebih berdaya saing.  

Peserta sangat antusias untuk lebih mengenal apa apa saja hal penting dalam proses produksi, teknologi pengolahan, teknik dan model pengemasan serta sertifikasi keamanan pangan. Hal-hal penting tersebut terjawab setelah mendengarkan pemaparan materi dari BPOM bertajuk “Keamanan Pangan dalam Rangka Sertifikasi PIRT dan MD” serta dari AA Packaging mengenai penggunaan kemasan produk olahan holtikultura berdaya saing.

"Kami sangat puas dan semakin bersemangat dalam usaha olahan hortikultura, apalagi setelah melihat langsung teknologi produksi dan praktek langsung pembuatan macam macam olahan hortikultura di CV. Kajeye Food yang langsung dibimbing oleh Kristiawan selalu Pelaku Usaha Soo Kressh,” ungkap Katherine, salah satu peserta workshop.  

Dirinya mengaku wawasan semakin terbuka dan meyakini pentingnya kreativitas. Meskipun telah mempunyai usaha, namun dengan adanya acara ini, dirinya makin memahami bahwa produknya harus naik level dan lebih milenial.

"Perlu disertifikasi dan dikemas baik. Proses ini ternyata tidak perlu membutuhkan biaya yang tinggi. Hanya perlu memahami prosedur dan melengkapi persyaratan yang dibutuhkan,” jelasnya.  

Peserta berharap kegiatan seperti ini tetap terus dilaksanakan sehingga dapat menambah kompetensi dan memotivasi pelaku usaha hortikultura untuk terus maju dan siap untuk menghasilkan produk hortikultura yang lebih kompetitif.(R/Rajendra)