Mohammad Syahril Percepat Respon Rumah Dengan SERGAPDAVID

By Abdi Satria


nusakini.com-Jakarta-Pandemi Covid-19 menguji ketahanan kesehatan nasional yang juga berdampak pada berbagai aspek kehidupan. Seluruh fasilitas kesehatan, terutama rumah sakit, menjadi harapan masyarakat di masa pandemi ini. Respon cepat rumah sakit diperlukan, meski terbatas dalam deteksi, diagnosis, tata kelola kasus, jumlah SDM, tempat tidur, alat pelindung diri (APD), dan obat-obatan.

Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Mohammad Syahril telah mengembangkan inovasi Sistem Terintegrasi Tanggap Darurat Covid-19 atau SERGAPDAVID sebagai langkah strategis melakukan koordinasi, integrasi, kolaborasi, dan sinergi dalam penanganan darurat Covid-19. “Metode SERGAPDAVID dapat menjadi inspirasi dalam penanganan kondisi darurat yang berdampak luas baik untuk kalangan internal maupun masyarakat luas hingga bagi negara,” ujarnya.

Syahril mengatakan, dalam inovasi SERGAPDAVID dibutuhkan leadership dan managerialship yang kuat, dengan kemampuan komunikasi yang baik sehingga tercipta kolaborasi dan integrasi yang bersinergi dari semua sumber daya yang ada. Upaya ini bertujuan agar pasien dapat ditangani dengan cepat, menjamin ketersediaan ruang isolasi, dan penunjang lainnya.

“Sistem ini juga, terintegrasi dengan rumah sakit online Kementerian Kesehatan yang bertujuan memudahkan masyarakat mengakses informasi seputar ketersediaan tempat tidur rumah sakit, terutama untuk penanganan Covid-19,” jelasnya.

Syahril menjelaskan, ada empat cara kerja pada inovasi SERGAPDAVID yakni yang pertama, diawali dengan pembentukan posko pemantauan 24 jam sebelum Indonesia dinyatakan pandemi. Menurutnya, posko menjadi bagian operasional pemantauan pandemi Covid-19 di RSPI Sulianti Saroso meliputi kegiatan skrining terhadap pengunjung bergejala atau dengan riwayat perjalanan, baik dalam maupun luar negeri. Yang kedua, dengan pembentukan Tim Kewaspadaan dan Bencana Covid-19 yang bertanggungjawab untuk ketersediaan segera pedoman alur masuk dan keluar pasien Covid-19.

Sedangkan yang ketiga, SERGAPDAVID memiliki unsur kepemimpinan koordinasi komunikasi ke dalam dan keluar (stakeholders), menjaga keamanan keuangan dalam kesinambungan bisnis rumah sakit. Lalu yang keempat, evaluasi dilakukan setiap hari secara rutin maupun insidentil, dipimpin langsung oleh Direktur Utama dalam bentuk rapat koordinasi terbatas, dimana setiap permasalahan yang ditemui harus ditindaklanjuti segera dan diselesaikan dengan hasil yang baik.

Syahril juga mengatakan, keberhasilan implementasi SERGAPDAVID dibuktikan salah satunya dengan penganugerahan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Awards 2020 kepada RSPI Sulianti Saroso yang dinilai mempunyai sistem kesiapsiagaan (Hospital Readiness) terbaik di Indonesia dalam menangani Covid-19 di rumah sakit.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir mengapresiasi terciptanya inovasi SERGAPDAVID. Menurutnya, inovasi ini telah menjadi model dalam kesiapsiagaan rumah sakit untuk penanganan Covid-19 di Indonesia. Ia berharap inovasi ini dapat dipergunakan oleh seluruh rumah sakit yang ada di seluruh Indonesia.

“Dr. Syahril ini sebagai pimpinan yang mempunyai komitmen dan integritas yang tinggi yang mempunyai kemampuan leadership yang baik dalam hal mendayagunakan semua sumber daya yang ada di rumah sakit,” ujarnya. (rls)