Menteri Jonan: Di Hati kita Harus Ada satu Indonesia

By Admin


nusakini.com-Surabaya-Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta kepada peserta Kuliah Umum Kebhinekaan di SMA Katolik St. Louis, Surabaya, mulai berpikir untuk mengabdi kepada bangsa dan negara di berbagai bidang yang diminati, jangan hanya memikirkan diri sendiri. Mengabdi dan berkarya untuk bangsa tidak hanya menjadi aparatur saja. Selain itu, Jonan juga meminta untuk menjaga persatuan dan pentingnya pemerataan pembangunan yang berdasarkan keadilan sosial, karena ketidakadilan itu akan menimbulkan bibit-bibit perpecahan. 

"Kepada siswa-siswi yang bersekolah di sekolah ini, diharap tetap berpikir untuk mengabdi kepada bangsa dan negara diberbagai bidang yang diminati, tidak harus menjadi aparatur negara, tidak harus menjadi penjaga NKRI, yang paling penting adalah mengabdi kepada masyarakat dibidang yang dijalani," ujar Jonan, Sabtu (6/10). 

Berpikir dan berkarya untuk bangsa dan negara itu menurut Jonan sangat penting dilakukan karena itulah maka penting ditanamkan didalam sanubari para siswa dan siswi jangan hanya berpikir untuk kepentingan diri sendiri saja. 

"Banyak di dalam sanubari kita, kita itu hidup terus lulus dan bekerja, jadi hanya mikirin diri sendiri tidak pernah berpikir untuk bangsa ini sebaiknya bagaimana, cobalah luangkan waktu berpikir untuk bangsa ini, berkaryalah apapun yang kita bisa," lanjut Jonan. 

Selain meminta peserta mulai berpikir untuk berkarya bagi bangsa, dalam kesempatan yang sama Jonan juga mengingatkan pentingnya hidup ber-Bhineka Tunggal Ika, karena bangsa Indonesia ini terdiri dari banyak suku, kepercayaan dan agama, ini merupakan kekayaan bangsa Indonesia. 

"Semangat NKRI, semangat berbhineka tunggal ika itu harus ada di dalam sanubari kita sampai kapanpun juga. Sejak Bapak Bangsa kita mendirikan negara Indonesia memang sudah banyak suku dan keyakinan, agama, dan itu adalah kekayaan bangsa Indonesia dari 700 suku lebih, dari berbagai kepercayaan bersatu menjadi satu bangsa yang besar," ujar Jonan. 

Terakhir, Jonan juga menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan yang berdasarkan keadilan sosial, karena ketidakadilan itu akan menimbulkan bibit-bibit perpecahan diantara sesama anak bangsa. 

"Pembangunan yang merata dan berkeadilan sosial akan terus dilakukan pemerintah karena pemerataan pembangunan yang berkeadilan sosial itu akan memperkuat persatuan Indonesia. Kita harus mempunyai semangat sosial yang sama, karena kalau perbedaanya semakin menjauh orang pasti akan berontak," tutup Jonan. (p/ab)