LKS SMK Pemasaran Digital Nasional 2026: Gandeng Yamaha Uji Kompetensi Siswa
By Admin
Lomba Kompetensi Siswa Pendidikan Menengah (LKS-Dikmen) Tingkat Nasional 2026
nusakini.com, Jakarta — Ajang Lomba Kompetensi Siswa Pendidikan Menengah (LKS-Dikmen) Tingkat Nasional 2026 Cabang Ajang Pemasaran Digital diselenggarakan secara online. Kompetisi skala nasional ini menjadi wadah unjuk kebolehan para pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terbaik dari seluruh pelosok tanah air di bidang pemasaran digital.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan kali ini memperkuat kemitraan strategis dengan sektor otomotif nasional, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (PT Yamaha Indonesia Motor Mfg). Kehadiran pihak industri ini ditujukan untuk menyelaraskan materi uji dengan realitas dan kebutuhan pasar kerja modern.
Rangkaian tantangan yang diberikan kepada peserta dirancang untuk memetakan keahlian teknis maupun soft skills. Peserta dituntut menguasai strategi pemasaran, analisa perilaku konsumen, tata cara live commerce, pembentukan personal branding, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) secara terukur dan bertanggung jawab.
Tim juri yang bertugas melakukan penetapan nilai secara transparan dan objektif menggunakan rubrik komprehensif. Aspek penilaian meliputi efektivitas strategi, kualitas konten, kedalaman presentasi, hingga eksekusi kampanye digital secara utuh.
Dewan juri menyoroti bahwa esensi kegiatan ini terletak pada pembentukan mentalitas profesional. Menurut tim juri LKS-Dikmen Pemasaran Digital 2026, Ahmad Madani, hasil perlombaan bukanlah satu-satunya tolok ukur keberhasilan siswa.
"LKS bukan hanya mencari siapa yang terbaik hari ini. Yang jauh lebih penting adalah siapa yang terus bertumbuh setelah kompetisi selesai," kata Ahmad Madani pada Senin (3/8/2026). Ia menambahkan bahwa banyak alumni kompetisi yang tidak meraih piala justru sukses meniti karier sebagai profesional di industri digital pada kemudian hari.
Senada dengan hal tersebut, anggota tim juri lainnya, Indra Hadiwidjaja, menyebut simulasi penugasan ini memberikan pengalaman kerja di bawah tekanan yang tidak didapatkan di ruang kelas formal. Sementara itu, Dedy Budiman menanggapi positif capaian seluruh utusan daerah yang berhasil melenggang ke tingkat nasional.
Pihak industri menegaskan bahwa keterlibatan mereka merupakan langkah strategis menyikapi pergerakan pasar. CCS & Training Manager PT Yamaha Indonesia Motor Mfg, Gregorius Josef Lim, mengutarakan bahwa partisipasi ini ditujukan untuk mencetak sumber daya manusia yang siap bersaing di ranah global.
Melalui integrasi antara kurikulum vokasi dan studi kasus riil dari dunia usaha, program ini diharapkan mampu mengakselerasi kesiapan lulusan SMK dalam mengisi ceruk pasar kerja di era ekonomi digital. (*)