LKS Pemasaran Banyumas 2026: Inovasi Live Streaming Selling di Dealer Yamaha Jadi Satu-satunya Lomba Berbasis Industri

By Admin


Purwokerto, 29 Januari 2026 – Dunia pendidikan vokasi di Kabupaten Banyumas mencetak sejarah baru dalam pelaksanaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Bidang Pemasaran (Digital Marketing) tahun 2026. Berlangsung pada 28-29 Januari 2026 di Kota Purwokerto, ajang seleksi menuju tingkat Provinsi Jawa Tengah ini diikuti oleh 11 SMK negeri dan swasta dengan konsep yang sepenuhnya terintegrasi dengan dunia industri.

Berbeda dengan 31 mata lomba lainnya, bidang Pemasaran menjadi satu-satunya kompetisi yang digelar langsung di lokasi mitra industri, yaitu Sentral Yamaha Purwokerto (CV Teguh Putera Mandiri). Ketua MKKS SMK Kabupaten Banyumas, Agung Pambudi, S.E, S.Kom., M.M, menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk aktualisasi manajemen talenta yang nyata. Menurutnya, pelaksanaan di lokasi industri menghilangkan sekat antara teori sekolah dan praktik kerja, menciptakan atmosfer kompetisi yang autentik bagi para peserta.

Senada dengan hal tersebut, Ketua MGMP Pemasaran Kabupaten Banyumas, Sigit Arif Suryantoro, S.E., M.Pd, menjelaskan bahwa dukungan penuh dari CV Teguh Putera Mandiri sebagai dealer utama Yamaha di Purwokerto memberikan pengalaman berharga bagi siswa. Inovasi ini memastikan kurikulum sekolah dan kompetisi tetap relevan dengan dinamika pasar yang berkembang pesat.


Kreativitas Tanpa Batas di TikTok Keseruan memuncak saat para peserta melakukan Live Streaming Selling secara serentak di TikTok tepat di area showroom Yamaha. Kepercayaan diri dan kreativitas siswa dalam memasarkan unit kendaraan roda dua ini menuai apresiasi luas. Kepala SMK Negeri 1 Purwokerto, Drs. Witoto, mengamati bahwa antusiasme peserta menunjukkan kesiapan mental mereka sebagai calon pemasar digital handal yang mampu menguasai platform media sosial secara profesional.

Adopsi Standar Nasional dalam Seleksi Daerah Guna menjamin mutu pemenang, panitia menghadirkan tim juri lintas sektor, mulai dari praktisi nasional, industri, hingga akademisi. Ahmad Madani, praktisi yang juga Juri LKS Nasional, memaparkan bahwa skema penilaian di Banyumas tahun ini sengaja dibuat menyerupai standar nasional. Hal ini dilakukan agar perwakilan Banyumas memiliki keunggulan kompetitif saat berlaga di level yang lebih tinggi.

Integrasi standar nasional ini diperkuat dengan kehadiran Muhammad Hasan (Kepala Divisi Digital Marketing Sentral Yamaha) dan Muhammad Eka Purbaya (Dosen Universitas Telkom Purwokerto) sebagai dewan juri, yang memastikan setiap aspek penilaian,mulai dari strategi konten hingga teknis komunikasi teruji secara klinis dari sudut pandang industri dan akademis. (*)