Komitmen Global SDGs Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

By Nad


nusakini.com - Jakarta – Indonesia telah memasuki tahun keenam dalam mewujudkan komitmen global untuk pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs). Hal ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Untuk itu, diperlukan komitmen untuk melakukan transformasi pembangunan dan menyeimbangkan dimensi sosial, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui SDGs.

“SDGs merupakan komitmen global yang sangat penting untuk menjadi panduan, kerangka, dan agenda bersama yang inklusif dan berkelanjutan, demi menyelamatkan generasi hari ini maupun generasi masa depan,” ucap Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin pada Konferensi Tahunan SDGs Indonesia Tahun 2021 yang diselenggarakan melalui konferensi video, Selasa (23/11/21).

Lebih lanjut, Wapres mengungkapkan perlu adanya upaya dalam menyeimbangkan tujuan pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi dan wujud nyata yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kolaborasi dibutuhkan untuk membumikan SDGs ke dalam aksi-aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat, sekaligus menyeimbangkan empat pilar utama dalam tujuan pembangunan berkelanjutan, yaitu aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan tata kelola,” ujar Wapres.

Wapres menjabarkan tujuan pertama SDGs yaitu untuk melakukan pengentasan kemiskinan ekstrem secara global dan adanya presidensi G20 Indonesia yang menjadi ajang agenda strategis di tingkat global.

“Bapak Presiden memberikan arahan agar target pengentasan kemiskinan ekstrem dicapai lebih awal, yaitu dinihilkan pada tahun 2024,” tutur Wapres.

“Presidensi G20 Indonesia akan menjadi momentum yang baik untuk mengusung agenda strategis di tingkat global termasuk dalam pencapaian SDGs,” tambahnya.

Lebih lanjut Wapres memastikan agar target SDGs itu dapat tercapai dengan upaya inklusif dan mendorong berbagai pihak untuk dapat berkontribusi agar tidak ada satu bidang pun yang tertinggal.

“Kita harus terus memastikan SDGs ini dicapai dengan upaya inklusif, no one left behind, sehingga tidak ada satu pun orang, wilayah, ataupun negara yang tertinggal,”

Menutup sambutannya Wapres berharap agar terwujudnya SDGs ini dapat didukung kementerian/Lembaga bersama pihak-pihak lain terkait agar terus untuk bersinergi dalam menyelaraskan koordinasi antar instansi untuk mencapai target SDGs.

“Waktu kita semakin pendek, terlambat bukanlah suatu pilihan karena terlalu besar krisis kemanusiaan yang akan kita tanggung dan pertaruhkan. Saya berharap Kementerian PPN/ Bappenas dapat terus menyelaraskan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam pencapaian target SDGs,” pungkasnya.

Sebelumnya Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyampaikan perlu adanya komitmen kuat dalam tata kelola kelembagaan dan mekanisme kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Suharso berharap penyelenggaraan Konferensi Tahunan SDGs Indonesia Tahun 2021 ini dapat mempercepat pencapaian target SDGs.

“Hasil konferensi tahunan ini diharapkan dapat memberikan masukan konkret bagi percepatan pencapaian target SDGs,” ungkap Suharso.


Sebagai informasi, Konferensi Tahunan SDGs Indonesia 2021 ini mengusung tema Recovery and Resilience: Pendanaan Inklusif untuk Pencapaian SDGs 2030 yang bertujuan untuk mendapatkan masukan dan rekomendasi dari para pakar dan praktisi mengenai pendanaan inovatif yang inklusif, forum berbagi pengalaman strategi pendanaan SDGs dalam perspektif global dan nasional, serta memetakan kebutuhan dan peluang pendanaan untuk SDGs.

Selain acara konferensi tahunan, dilakukan pula soft launching Rencana Aksi Sustainable Development Goals Periode 2021-2024, peluncuran fitur terbaru SDGs Dashboard, dan SDGs Investment Platform.

Turut hadir dalam acara ini Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Fadli Zon, Sekretaris Eksekutif United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pasific (UN-ESCAP) Armida Alisjahbana, UN Resident Coordinator di Indonesia Valerie Julliand, serta para mitra pembangunan lembaga non pemerintah. Sementara Wapres didampingi Plt. Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika serta Staf Khusus Wapres Bambang Widianto dan Masduki Baidlowi.