Ketersediaan Listrik Harus Jadi Penghela Pertumbuhan Ekonomi

By Admin

nusakini.com--Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said didampingi oleh Sekretaris Jenderal dan pejabat di lingkungan Kementerian ESDM, menyaksikan pengucapan sumpah/janji Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Periode Tahun 2016-2020 di Jakarta, Kamis (26/5).

AKLI adalah asosiasi yang mewadahi para pengusaha bidang ketenagalistrikan lingkup nasional. Sasaran AKLI adalah bagian dari masyarakat ketenagalistrikan, agar dapat melaksanakan fungsi dan peranannya sebagai mitra Pemerintah, Mitra Usaha Penyedia Tenaga Listrik, sesama Usaha Penunjang Tenaga Listrik dan Penyedia Jasa kelistrikan kepada masyarakat dalam memenuhi keperluan akan tenaga listrik yang aman, andal dan akrab lingkungan. 

Menteri menjelaskan bahwa menurut data IMF potensi ekonomi Indonesia pada 15 tahun kedepan diprediksi akan menduduki peringkat ke-5 negara dengan perekonomian terbesar di dunia. “Dalam upaya untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi, sektor energi memiliki peranan penting sebagai penopang untuk mendukung berjalannya aktifitas ekonomi nasional”, jelas Menteri. 

Untuk mencapai kedaulatan energi yang berkelanjutan, Kementerian ESDM telah menetapkan 9 Program Strategis, salah satunya adalah Pembangunan infrastruktur pembangkit listrik 35 GW. Program 35 GW dimaksudkan untuk memenuhi pertumbuhan listrik rata-rata Indonesia sebesar 8,8% per tahun dan untuk mencapai target rasio elektrifikasi 97,4% pada akhir tahun 2019. Untuk mewujudkan target tersebut, Pemerintah juga memprogramkan untuk meningkatkan kapasitas industri nasional. 

“Investasi dan nilai ekonomi program 35.000 MW sangat berarti untuk menggerakkan perekonomian daerah dan nasional. Anggota AKLI harus dapat berperan dan mendapatkan manfaat dari program tersebut", tegas Menteri Sudirman. 

AKLI ini memiliki peranan penting, sebagai forum komunikasi yang mewadahi pelaku bisnis bidang ketenagalistrikan di seluruh Indonesia. Diharapkan forum ini dapat membantu memberikan masukan dan evaluasi secara lebih faktual terkait pengelolaan sektor ketenagalistrikan sekaligus sebagai partner Pemerintah dalam setiap implementasi program dan kebijakan ketenagalistrikan.  

Upaya-upaya yang dilakukan oleh Kementerian ESDM tersebut tentunya tidak dapat berjalan tanpa adanya dukungan moril dan materiil dari seluruh pihak, khususnya dari para pelaku bisnis dan industri, untuk itu sudah seharusnya dan sewajarnya ada koordinasi yang aktif dan kontinyu antara Kementerian ESDM dengan para pelaku bisnis, sehingga dapat terwujud sinergi yang baik untuk mencapai target-target program Pemerintah. 

“Dengan telah dikukuhkannya Pengurus AKLI ini diharapkan dapat menghadirkan semangat baru serta memperkuat komitmen asosiasi dalam membantu mensukseskan program-program pemerintah khususnya di bidang ketenagalistrikan”, tutup Menteri. (p/ab)