Kemarau El Nino Diduga Hambat Distribusi Jutaan Ton Batu Bara di Barito
By Admin

Batubara
nusakini.com, Kemarau panjang akibat fenomena El Nino diperkirakan menghambat pengiriman sekitar 3,9 juta ton batu bara per bulan melalui Sungai Barito. Kondisi penyusutan debit air sungai ini diduga kuat membatasi ruang gerak kapal tongkang pengangkut hasil tambang dari hulu ke pelabuhan.
Ketua Komite Pertambangan Minerba Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hendra Sinadia, menyatakan gangguan distribusi ini didasarkan pada laporan awal anggotanya. "Info yang saya dapat dari perusahaan anggota, dampak dari mulai surutnya hulu Sungai Barito mengganggu shipment yang diperkirakan sekitar 3,9 juta ton dalam sebulan," ujarnya pada Senin (7/9/2026).
Meski volume yang terhambat cukup besar, pihak Apindo mengaku belum menerima daftar rincian perusahaan yang secara resmi terdampak. “Mengenai force majeure atau wanprestasi sejauh ini kami belum mendengar,” tegas Hendra memberikan penjelasan resmi.
Sementara itu, laporan Argus Media pada Rabu (2/9/2026) mencatat bahwa beberapa produsen diduga telah menyatakan keadaan kahar akibat hulu sungai yang sulit dilalui. Laporan tersebut juga memprediksi ancaman El Nino berpotensi memperpanjang durasi kekeringan di jalur logistik vital wilayah pertambangan tersebut.
Menariknya, kendala armada logistik ini dilaporkan belum berdampak langsung pada penurunan tingkat permintaan batu bara di pasar global. Sebagai informasi, perairan Sungai Barito selama ini diandalkan oleh korporasi besar untuk mengekspor puluhan juta ton komoditas energi per tahun. (*)