Kalsel Catat 154 Varietas Tanaman Lokal Terdaftar, Kementan Dorong Digitasi Pelepasan Benih
By Admin

Dok. PVTPP Kementan
nusakini.com, Banjarbaru — Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong percepatan legalisasi dan pelepasan varietas tanaman lokal di Kalimantan Selatan (Kalsel) guna memproteksi kekayaan genetik hayati sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional. Langkah strategis ini ditegaskan dalam Bimbingan Teknis Pendaftaran dan Pelepasan Varietas Tanaman yang berlangsung di Banjarbaru, Kalsel, pada Kamis (23/7/2026).
Hingga saat ini, Provinsi Kalimantan Selatan tercatat memiliki 154 varietas tanaman lokal yang terdaftar resmi di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP). Angka tersebut menempatkan Kalsel sebagai wilayah dengan koleksi varietas lokal terdaftar tertinggi di luar Pulau Jawa. Khusus komoditas padi, Kalsel bahkan menduduki peringkat kedua nasional di bawah Jawa Barat.
Kepala Pusat PVTPP Kementan, Leli Nuryati, menyampaikan bahwa varietas lokal yang teruji memiliki karakter unggul harus segera didorong ke tahap pelepasan resmi agar benihnya dapat diproduksi serta diedarkan secara legal di masyarakat luas. Untuk memangkas birokrasi, Kementan mengandalkan platform digital SIPERINTIS yang telah terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS).
"Seluruh proses pelepasan varietas sekarang sudah dilakukan secara online dan terintegrasi dengan OSS karena pelepasan varietas merupakan bagian dari perizinan berusaha berbasis risiko," ujar Leli Nuryati di Banjarbaru, Kamis (23/7/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman, menguraikan bahwa dari 154 varietas terdaftar, sebanyak 56 di antaranya merupakan varietas tanaman pangan seperti padi lokal. Namun, ia menggarisbawahi tantangan pelepasan yang masih tergolong rendah.
"Dari total varietas yang telah terdaftar, baru 33 varietas atau sekitar 21 persen yang telah resmi dilepas sebagai varietas unggul. Sementara 121 varietas lainnya masih berstatus terdaftar dan perlu didorong agar segera memperoleh status pelepasan," kata Syamsir Rahman, Kamis (23/7/2026).
Guna mengejar ketertinggalan tersebut, forum di Banjarbaru ini menggalang sinergi bersama sekitar 100 pemangku kepentingan, mulai dari BRIN, BRIDA, Universitas Lambung Mangkurat, hingga instansi pertanian tingkat kabupaten/kota se-Kalsel.